Tanjungtv.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyatakan kesiapan mendukung program makan siang gratis yang digagas Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Program ini dirancang untuk mengatasi berbagai masalah sosial seperti stunting, gizi buruk, dan kemiskinan ekstrem di seluruh Indonesia.
Sekretaris Daerah KLU, Anding Duwi Cahyadi, menegaskan bahwa Pemda KLU siap menyukseskan program pemerintah pusat ini. “Apa yang menjadi program pemerintah pusat, tentu kami siap untuk mendukungnya, termasuk program makan siang gratis ini,” ucapnya, Rabu (16/10). Meski demikian, Anding mengakui bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima arahan resmi terkait peran daerah dalam mendukung program tersebut.
“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintahan yang baru, terutama apakah daerah juga diwajibkan menyiapkan anggaran untuk mendukung program ini atau tidak,” ujarnya. Pemda KLU masih menunggu petunjuk terkait teknis penganggaran, termasuk kapan program ini akan dimulai dan berapa besaran anggaran yang harus dibebankan kepada daerah.
Anding menjelaskan, jika program tersebut harus dianggarkan melalui APBD 2025, maka arahan dari pemerintah pusat harus segera dikeluarkan. “Sebab, draf APBD 2025 segera dibahas, dan jika harus dianggarkan, arahannya harus jelas, terutama OPD mana yang akan bertanggung jawab,” katanya. Namun, mengingat Prabowo dan Gibran belum dilantik secara resmi, Anding pesimis bahwa arahan resmi akan keluar dalam waktu dekat.
Program makan siang gratis yang diusulkan Prabowo-Gibran ini diharapkan mampu menjadi solusi atas tingginya angka kematian ibu hamil, anak kurang gizi, serta kasus stunting. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadi instrumen dalam mengurangi kemiskinan ekstrem yang masih tinggi di berbagai wilayah, termasuk Lombok Utara.
Lebih jauh, Anding mengungkapkan bahwa program makan siang gratis juga bertujuan untuk menyerap hasil panen petani dan nelayan lokal. Dengan demikian, selain mengatasi masalah gizi dan kesehatan, program ini akan memberikan dampak positif pada perekonomian daerah.
Saat ini, uji coba program makan siang gratis sudah dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Uji coba ini diharapkan memberikan gambaran konkret tentang bagaimana program ini dapat diimplementasikan di daerah lain, termasuk di Lombok Utara.
Meski antusiasme tinggi untuk mendukung program ini, Pemda KLU berharap agar arahan dan petunjuk pelaksanaan segera keluar. “Kami berharap petunjuk teknis segera diberikan agar program ini bisa masuk dalam APBD 2025 dan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar Anding.
Dengan segala persiapan yang tengah dilakukan, KLU optimistis program makan siang gratis ini akan berjalan lancar dan memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesehatan. Apalagi, program ini sejalan dengan visi Pemda KLU dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.















