BLK KLU Dibangun, Solusi Pengentasan Pengangguran yang Ditunggu-Tunggu!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Setelah sekian lama direncanakan, akhirnya Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersiap untuk merealisasikan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang menjadi harapan besar bagi masyarakat. Kehadiran BLK ini ditargetkan akan mampu menurunkan angka pengangguran secara signifikan, sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) KLU dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2020, TPT di KLU tercatat sebesar 3,01 persen. Angka ini mengalami penurunan pada tahun 2021 menjadi 1,75 persen, dan semakin berkurang hingga 0,38 persen di tahun 2022. Berdasarkan keterangan Kepala DPMPTSPTK KLU, Evi Winarni, pembangunan BLK ini akan dimulai pada tahun 2025. “Rencananya bakal dibangun di 2025,” ungkap Evi, seraya menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk terus menekan angka pengangguran.

banner 325x300

Kehadiran BLK tersebut diharapkan tidak hanya mengatasi pengangguran tetapi juga memenuhi kebutuhan tenaga kerja berkualitas, terutama di sektor pariwisata yang berkembang pesat di KLU. Dengan kawasan wisata unggulan seperti Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air), kebutuhan akan tenaga kerja terampil semakin mendesak. “Melalui BLK nantinya, masyarakat KLU bisa mengasah keterampilan atau keahlian sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang ada,” lanjut Evi.

Pembangunan BLK ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Lombok Utara, yang fokus pada peningkatan investasi dan pengentasan pengangguran. Dana sebesar Rp2 miliar telah dialokasikan melalui dana insentif daerah untuk memulai proyek ini. Gedung BLK diharapkan menjadi fasilitas utama dalam meningkatkan keterampilan masyarakat. “Pembangunan gedung BLK direncanakan terealisasi pada tahun 2025, dengan total anggaran awal sebesar Rp2 miliar. Mudah-mudahan bisa ter-cover oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambahnya.

Pada tahap awal, fokus pembangunan BLK adalah ruang kelas dan pengadaan peralatan pelatihan yang sebagian besar sudah dimiliki pemerintah. Meski gedung BLK belum terbangun, berbagai program pelatihan keterampilan telah berjalan di KLU. Di tahun 2024, sejumlah pelatihan seperti menjahit, perbengkelan, pengelasan, hingga pembuatan roti dan perhotelan telah dilaksanakan dengan ratusan peserta yang sudah mengikuti uji kompetensi.

Minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan keterampilan ini terus meningkat. Pembangunan gedung BLK diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan keterampilan yang lebih besar dan terorganisir, sehingga dapat menampung lebih banyak peserta. BLK juga diproyeksikan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi lokal. “Tersedianya tenaga kerja yang terlatih dan kompeten, diharapkan membuat investor akan semakin tertarik untuk menanamkan modal di KLU,” pungkas Evi.

Dengan adanya BLK di Lombok Utara, pemerintah dan masyarakat optimis bahwa keberadaan lembaga ini akan membuka lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan lokal. BLK bukan hanya tempat pelatihan, tetapi simbol transformasi ekonomi yang lebih inklusif bagi KLU.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *