Tanjungtv.com – Petani di Kabupaten Lombok Tengah kini tidak perlu khawatir lagi terkait ketersediaan pupuk bersubsidi. Setelah sebelumnya sempat menghadapi masalah kelangkaan, pemerintah akhirnya menyetujui penambahan alokasi pupuk bersubsidi, memberikan harapan baru bagi para petani di daerah ini.
Zaenal Arifin, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Tengah, menjelaskan bahwa awalnya total kuota pupuk bersubsidi untuk Lombok Tengah tahun 2024 hanya mencapai 23.489 ton. Kuota tersebut terbagi dalam 13.758 ton pupuk Urea dan 9.731 ton pupuk NPK. Namun, usai kunjungan Menteri Pertanian ke Lombok, terjadi lonjakan signifikan dalam alokasi pupuk.
“Setelah Pak Menteri datang, kuota Urea yang awalnya hanya 13.758 ton kini meningkat menjadi 23.573 ton, dan NPK dari 9.731 ton menjadi 20.910 ton,” ungkap Zaenal pada Jumat (18/10). Tidak berhenti di situ, satu bulan kemudian alokasi Urea kembali ditambah hingga 26.067 ton dan NPK menjadi 22.909 ton.
Dengan tambahan alokasi yang signifikan ini, Zaenal memastikan bahwa petani tidak perlu lagi khawatir akan kelangkaan pupuk di lapangan. Sebanyak 96 persen dari total kebutuhan yang tercatat di Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) sudah terpenuhi. “Total kebutuhan Urea dalam E-RDKK mencapai 26.975 ton, dan serapan di lapangan berada di angka 50-60 persen, jadi masih aman untuk musim tanam pertama tahun depan,” jelasnya.
Meski alokasi pupuk sudah cukup besar, tidak bisa dipungkiri bahwa keluhan terkait kelangkaan pupuk masih terdengar dari petani di lapangan. Zaenal menegaskan, hal ini disebabkan oleh ketidakpatuhan petani terhadap rekomendasi penggunaan pupuk dari dinas. Misalnya, untuk tanaman jagung, petani disarankan menggunakan 300 kuintal Urea per hektare, namun beberapa petani justru menggunakan hingga 1 ton per hektare. “Wajar saja jika mereka merasa kekurangan,” tambahnya.
Selain itu, kebiasaan petani yang hanya bergantung pada pupuk Urea juga menjadi masalah. Padahal, pupuk NPK sudah tersedia dalam jumlah yang cukup di lapangan. Menurut Zaenal, jika petani mengikuti rekomendasi dinas dengan menggunakan pupuk secara bijak dan merata, kelangkaan pupuk tidak akan pernah terjadi. “Masyarakat terkadang merasa belum sempurna jika belum menggunakan pupuk Urea, padahal NPK juga banyak yang sudah didistribusikan,” tambahnya.
Dengan persediaan pupuk yang melimpah ini, pemerintah berharap para petani Lombok Tengah bisa mengoptimalkan hasil pertaniannya tanpa harus dibayangi oleh kekhawatiran akan kelangkaan pupuk. “Kami sangat yakin, jika petani mematuhi semua rekomendasi, maka masalah kelangkaan pupuk yang sering dikeluhkan ini akan berakhir,” pungkas Zaenal.
Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian Lombok Tengah diharapkan semakin produktif dengan tersedianya pasokan pupuk bersubsidi yang melimpah. Pemerintah daerah juga terus berupaya memastikan distribusi pupuk ini berjalan dengan lancar, sehingga seluruh petani dapat merasakan manfaatnya secara merata.















