Pabrik Garam Bima Siap Mengguncang Industri: Produksi 10.000 Ton Per Tahun Dimulai 2025!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Pembangunan pabrik pengolahan garam di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah menjadi sorotan karena diproyeksikan akan menjadi salah satu produsen garam terbesar di Indonesia. Target rampung pada Desember 2024, pabrik ini diharapkan mulai beroperasi pada awal 2025 dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 ton garam per tahun, sebuah lonjakan signifikan yang diyakini mampu mengubah lanskap industri garam nasional.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, dengan antusias menyampaikan perkembangan terbaru mengenai pembangunan pabrik ini. “Alhamdulillah, saat ini proses pembangunan berjalan dengan baik, dan sekarang sedang dalam tahap setting mesin. Rencana operasi sesuai target kontrak pada Desember 2024, sehingga paling tidak awal tahun depan pabrik mulai beroperasi,” ujar Muslim kemarin.

banner 325x300

Namun, perjalanan menuju penyelesaian pabrik ini bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi gudang penyimpanan berkapasitas 1.000 ton yang dinilai sudah tidak layak pakai, memaksa dilakukan rehabilitasi total. “Itu yang membuat lama kemarin, karena perencanaannya disesuaikan kembali,” tambah Muslim. Pembangunan ulang gudang ini memerlukan waktu tambahan, namun tidak mengganggu target utama.

Dengan kapasitas produksi yang dapat mencapai 5 ton per jam, pabrik ini menawarkan potensi produksi harian yang sangat besar, meskipun akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar. “Jumlah tersebut akan disesuaikan dengan permintaan pasar dan beban operasional. Per jam bisa 5 ton, namun kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya. Target produksi 10.000 ton per tahun ini diyakini akan membantu memperkuat posisi NTB sebagai salah satu pusat produksi garam nasional.

Keberadaan pabrik ini dipandang sebagai angin segar bagi para petani garam di Bima. Mereka diharapkan dapat memasok hasil panen mereka ke pabrik, yang nantinya akan dikelola oleh koperasi setempat. “Pabrik ini akan dikelola oleh koperasi setempat, namun jika koperasi mengalami kendala modal, akan ada opsi bermitra dengan pihak ketiga,” terang Muslim. Kolaborasi antara koperasi dan pihak ketiga diharapkan mampu memperkuat manajemen operasional pabrik, memastikan kelancaran produksi.

Muslim juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bima dalam memaksimalkan keberhasilan pabrik ini. “Pemerintah daerah harus memiliki komitmen politik yang kuat untuk memaksimalkan momentum ini. Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah sangat penting,” tegasnya.

Selain itu, perencanaan matang terkait skenario pengelolaan pabrik setelah selesai dibangun juga harus segera dirampungkan. “Kami masih menyusun master plan pengelolaan yang mempertimbangkan kemampuan internal koperasi serta dukungan eksternal dari pemerintah daerah,” pungkasnya.

Dengan optimisme yang tinggi, pabrik pengolahan garam di Kabupaten Bima ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi garam di NTB, tetapi juga menjadi tonggak baru dalam pengembangan industri garam di Indonesia. Semua mata tertuju pada Desember 2024, saat pabrik ini dijadwalkan untuk memulai era baru dalam dunia pergaraman di Tanah Air

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *