GRATIS! Dinas Perhubungan Kota Mataram Gugah Minat Pelajar dengan Bemo Kuning, Uji Coba Angkutan Umum Jadi Favorit Baru!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com, 20 Oktober 2024 – Sebuah inovasi baru dari Dinas Perhubungan Kota Mataram mulai menggugah minat masyarakat, khususnya kalangan pelajar, untuk kembali menggunakan angkutan umum. Melalui program uji coba sejak 7 Oktober lalu, Dinas Perhubungan menggandeng SMPN 7 Mataram untuk meluncurkan layanan angkutan pelajar gratis menggunakan bemo kuning. Program ini diharapkan dapat membantu siswa dalam perjalanan pulang sekolah serta mengurangi ketergantungan pada jemputan orang tua.

“Kita baru uji coba sejak 7 Oktober lalu,” ujar Zulkarwin, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, pada Minggu (20/10). Ia menjelaskan bahwa uji coba ini melibatkan tujuh armada bemo kuning yang disiapkan untuk melayani rute khusus bagi pelajar. “Sekarang baru tujuh armada dulu untuk kita uji coba,” tambahnya.

banner 325x300

Pada tahap awal, layanan angkutan gratis ini difokuskan pada dua rute utama. Rute 7A melintasi Jalan Bung Karno di SMPN 7 Mataram menuju simpang empat Gebang, lalu berlanjut melalui Jalan Jelantik Gosa dan Jalan AA Gede Ngurah hingga simpang empat Karang Kecicang di Jalan Sriwijaya, sebelum akhirnya kembali ke SMPN 7. Sementara itu, Rute B melayani jalur dari SMPN 7 menuju simpang empat Kantor Golkar NTB, melintasi Lombok Epicentrum Mall (LEM), hingga simpang empat Pagesangan, lalu kembali ke SMPN 7 Mataram melalui Jalan Guru Bangkol Karang Anyar.

Salah satu keunikan program ini adalah pemeriksaan ketat yang dilakukan terhadap setiap armada sebelum beroperasi. “Setiap pengemudi dilengkapi dengan seragam khusus, dan kendaraannya diperiksa secara rutin untuk kebersihan dan kelengkapannya,” jelas Zulkarwin. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pelajar selama menggunakan angkutan umum tersebut.

Berdasarkan hasil evaluasi awal, minat siswa terhadap program angkutan pelajar ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. “Pada hari pertama uji coba, tercatat 28 persen siswa memanfaatkan bemo kuning. Angka ini terus meningkat hingga 53 persen di hari kedua, meski sempat turun menjadi 48 persen di hari ketiga, namun kembali naik menjadi 68 persen di hari keempat,” papar Zulkarwin dengan antusias.

Namun, meskipun minat pelajar terus bertumbuh, Zulkarwin mengakui bahwa masih ada tantangan dalam mengubah kebiasaan siswa dan orang tua. “Beberapa siswa masih malu dan belum terbiasa menggunakan angkutan pelajar, sementara sebagian lainnya masih sangat bergantung pada jemputan orang tua. Ada juga siswa dan orang tua yang merasa kurang percaya dengan angkutan umum,” ungkapnya.

Kendati demikian, Dinas Perhubungan tidak akan menyerah. Zulkarwin menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan demi mencapai tujuan utama program ini, yaitu meningkatkan kelancaran, keselamatan, dan keamanan lalu lintas di Kota Mataram. “Dengan program ini, kami juga ingin meringankan beban orang tua dalam hal biaya transportasi dan memperkenalkan kembali angkutan publik sebagai opsi yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.

Program ini pun disambut baik oleh kalangan pelajar dan masyarakat yang berharap agar layanan gratis ini bisa diperluas ke lebih banyak sekolah dan rute. Dengan antusiasme yang terus tumbuh, Bemo Kuning diharapkan mampu menjadi solusi transportasi yang tidak hanya membantu pelajar, tetapi juga menjadi model transportasi publik yang ramah lingkungan dan efektif di masa mendatang.

Dinas Perhubungan pun tengah mengkaji kemungkinan menambah armada dan memperluas cakupan rute, dengan harapan angkutan pelajar ini bisa menjadi pilihan utama di kalangan siswa sekolah di seluruh Kota Mataram.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *