Tanjungtv.com – Proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menarik minat ribuan pelamar. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB mencatat jumlah pelamar yang mencapai angka fantastis, yaitu 5.787 orang hingga penutupan pendaftaran pada 20 Oktober 2024 lalu.
Plt Kepala BKD NTB, Yusron Hadi, dalam keterangannya kepada Radar Lombok pada Ahad (21/10), menyampaikan bahwa saat ini proses verifikasi dokumen tengah berlangsung. “Ya, kami sedang melakukan proses verifikasi lamaran 5.787 peserta untuk hari ini. Tunggu sore nanti untuk hasil lengkapnya,” ungkap Yusron Hadi.
Minat para pelamar ini tersebar di tiga kategori formasi yang dibuka, yakni tenaga guru, tenaga teknis, dan tenaga kesehatan. Dari ketiga kategori ini, formasi tenaga guru menarik perhatian paling besar, dengan jumlah pendaftar yang membludak hingga ribuan orang.
“Formasi tenaga guru mendominasi pendaftaran. Dari total 130 formasi yang tersedia, sebanyak 2.043 orang telah mendaftar, namun yang menyelesaikan proses hingga pengiriman berkas (submit) hanya 2.037,” jelas Yusron.
Antusiasme besar ini mencerminkan harapan tinggi masyarakat NTB terhadap kesempatan menjadi bagian dari ASN dengan skema PPPK. Terutama formasi tenaga guru yang menunjukkan popularitas luar biasa di kalangan pelamar, mengingat besarnya kebutuhan tenaga pengajar di wilayah tersebut.
Namun, meski jumlah pendaftar yang begitu besar, tak semua yang mendaftar bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Proses seleksi ketat sudah menanti. “Kami memastikan setiap berkas akan diverifikasi dengan teliti dan sesuai dengan ketentuan. Proses ini penting agar hanya pelamar yang benar-benar memenuhi syarat yang dapat melanjutkan ke tahapan selanjutnya,” tambah Yusron.
Selain formasi tenaga guru, formasi tenaga kesehatan dan tenaga teknis juga cukup diminati. Meskipun tidak sepopuler tenaga guru, keduanya tetap memiliki pendaftar yang signifikan. BKD NTB menyatakan bahwa formasi tenaga kesehatan akan berfokus pada penambahan tenaga di rumah sakit dan fasilitas kesehatan di berbagai wilayah di NTB, sedangkan tenaga teknis akan diisi oleh berbagai bidang administratif yang vital untuk menunjang kinerja pemerintahan daerah.
“Pelamar harus bersiap untuk menghadapi berbagai tahapan seleksi yang ketat, termasuk tes kompetensi yang akan diadakan dalam waktu dekat. Kami berharap proses ini bisa berjalan lancar dan transparan,” ujar Yusron.
Proses pendaftaran PPPK lingkup Pemprov NTB kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan ribuan pelamar bersaing untuk mendapatkan tempat di berbagai formasi yang tersedia. Hal ini menunjukkan betapa tingginya kebutuhan akan pekerjaan tetap dengan status PPPK di provinsi ini, terutama di kalangan tenaga pendidik.
“Kami mengimbau semua pelamar untuk terus memantau informasi resmi terkait tahapan seleksi. Jangan sampai ketinggalan karena persaingan sangat ketat. Setiap peserta harus siap secara mental dan fisik untuk menghadapi seleksi,” pungkas Yusron.
Dengan antusiasme yang begitu tinggi dan jumlah pendaftar yang mencapai ribuan, proses seleksi PPPK Pemprov NTB ini dipastikan akan menjadi salah satu ajang perekrutan yang paling dinanti-nanti oleh masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat.















