Tanjungtv.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin serius dalam mengembangkan sektor perikanan dengan langkah-langkah strategis yang berani. Pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB gencar menjemput anggaran dari pusat, dengan hasil yang sangat mengesankan. Kepala Dislutkan NTB, Muslim, menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 50 miliar untuk revitalisasi sejumlah pelabuhan perikanan di NTB pada tahun 2025 mendatang.
“Melalui DAK, kita sudah keep Rp 50 miliar untuk kegiatan revitalisasi pelabuhan perikanan yang ada di NTB,” ungkap Muslim dengan penuh optimisme. Pelabuhan-pelabuhan yang akan menjadi fokus revitalisasi antara lain Pelabuhan Sape Bima, Pelabuhan Soro Adu di Dompu, Pelabuhan Tanjung Luar di Lombok Timur, dan pelabuhan-pelabuhan lainnya yang belum disebutkan.
Pelabuhan Tanjung Luar, yang dikenal sebagai salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Lombok, menjadi sorotan utama. “Infrastruktur di Tanjung Luar sudah waktunya diperbaiki. Dengan banyaknya aktivitas bongkar muat kapal nelayan, kondisi sarana dan prasarana yang ada saat ini masih kurang mendukung,” kata Muslim. Ia menambahkan, sarana penunjang seperti tempat penyimpanan ikan yang terbatas, kurangnya produksi es, hingga tempat pendaratan yang tidak memadai, menjadi tantangan besar yang harus segera ditangani.
Muslim menegaskan, “Kita butuh sarana dan prasarana yang lebih baik untuk menunjang kegiatan perikanan. Dan satu-satunya cara adalah memperbaiki pelabuhan perikanan ini.” Proses revitalisasi ini melibatkan desain konstruksi dan volume pekerjaan, yang diminta langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Bappenas.
Pemerintah provinsi pun tidak ingin menyia-nyiakan peluang ini. Muslim menyebut bahwa NTB harus bersaing dengan provinsi lain yang juga memiliki pelabuhan perikanan untuk mendapatkan anggaran DAK tersebut. Namun, ia optimis NTB akan mampu memenuhi indikator yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, dengan cara memperkuat sarana dan prasarana perikanan di daerah.
Langkah revitalisasi ini bukan hanya sekadar pembenahan infrastruktur, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan bagi para nelayan dan masyarakat pesisir. “Kami berharap perbaikan infrastruktur ini dapat memberikan layanan yang lebih baik dan higienis bagi masyarakat, serta memungkinkan petugas pelabuhan bekerja dengan lebih profesional dan optimal,” jelas Muslim.
Kepala Bappeda NTB, H. Iswandi, menambahkan bahwa pemprov menargetkan pertumbuhan ekonomi NTB, terutama di sektor agro maritim, untuk bisa tumbuh di atas tujuh persen setiap tahunnya. Menurut Iswandi, NTB sebagai provinsi kepulauan harus mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam laut dan daratannya.
“Seluruh potensi agro maritim di NTB harus digarap sebaik-baiknya, sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi provinsi ini,” tegasnya.
Revitalisasi pelabuhan perikanan ini diharapkan mampu menjadi pendorong utama kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir, serta menjadi langkah nyata NTB dalam memperkuat sektor perikanan dan kelautannya. Dengan perbaikan infrastruktur yang memadai, kinerja petugas akan meningkat, dan diharapkan pertumbuhan ekonomi nelayan pun akan semakin pesat.















