KRISIS AIR BELUM REDA, BPBD KLU SALURKAN 300 TANGKI AIR BERSIH, MASYARAKAT TETAP KESULITAN JELANG MUSIM HUJAN

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus bergerak menyalurkan air bersih ke masyarakat yang masih mengalami krisis air, bahkan ketika musim hujan diperkirakan akan segera tiba pada November mendatang. Sekretaris BPBD KLU, I Nyoman Juliade, mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di KLU, seperti Kecamatan Gangga, Kayangan, Bayan, dan Pemenang, masih terdampak krisis air bersih.

“Sejauh ini, kami masih melanjutkan penyaluran air bersih ke wilayah-wilayah yang paling terdampak. Hari ini, dua mobil tangki sedang menuju ke Pawang Kunyit dan Gunjan Asri, Kecamatan Bayan,” ujar Juliade pada Rabu (23/10). Penyaluran air bersih ini akan terus dilakukan hingga Desember mendatang, bahkan jika hujan sudah mulai turun.

banner 325x300

Air Bersih Masih Jadi Kebutuhan Mendesak

Menurut Juliade, penyaluran air bersih akan terus berlangsung karena di beberapa daerah, meskipun musim hujan tiba, masalah baru kerap muncul seperti longsor yang menyebabkan pipa-pipa rusak atau air menjadi keruh. “Meski sudah mulai hujan, kebutuhan air bersih tetap ada. Pipa bocor dan air keruh adalah masalah yang sering kami hadapi saat musim hujan,” jelasnya.

Hingga saat ini, BPBD KLU telah menyalurkan sebanyak 300 tangki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter per tangki. Air tersebut didistribusikan ke berbagai titik rawan kekeringan di wilayah-wilayah seperti Dusun Otak Lendang, Akar-Akar Selatan, Terbis, Batu Gembung, hingga Gili Trawangan dan Gili Meno.

Dukungan untuk Masyarakat Terdampak

Juliade juga mengungkapkan bahwa penyaluran air bersih ini tak terbatas pada dusun-dusun yang telah dipetakan saja, namun juga merespons permintaan masyarakat di luar daerah tersebut jika ada kebutuhan mendesak. “Kami selalu siap melayani permintaan air bersih jika ada kebutuhan mendadak dari masyarakat, meskipun di luar wilayah yang sudah dipetakan,” tambahnya.

BPBD KLU telah menyediakan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk penyaluran 500 tangki air bersih hingga akhir tahun 2024. Saat ini, masih tersedia anggaran untuk sekitar 200 tangki lagi, yang diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Desember.

Harapan untuk Penyelesaian Krisis Air Bersih

Masyarakat di berbagai wilayah di KLU sangat mengharapkan penyaluran air bersih ini dapat berlanjut hingga krisis air benar-benar teratasi. Beberapa dusun seperti Pawang Timpas Barat, Telaga Longkak, dan Boyotan Proyek, telah mengalami kesulitan air bersih selama beberapa bulan terakhir.

Kendati demikian, BPBD KLU tetap optimis bahwa dengan sisa anggaran yang ada, mereka akan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat hingga akhir tahun. “Kami berharap agar semua masyarakat yang terdampak bisa mendapatkan akses air bersih hingga musim hujan stabil dan pasokan air dari sumber utama kembali normal,” tutup Juliade.

Dengan upaya yang terus dilakukan BPBD KLU, harapannya krisis air bersih ini bisa diatasi dalam waktu dekat, meski tantangan seperti kondisi pipa yang rentan rusak akibat longsor masih menjadi hambatan utama. Masyarakat Lombok Utara terus menggantungkan harapan mereka kepada BPBD untuk tetap menyalurkan bantuan air bersih sampai musim hujan stabil dan kebutuhan air mereka bisa terpenuhi secara mandiri.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *