Tanjungtv.com — Suasana politik di Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin memanas seiring dengan pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) KLU yang akan menyelenggarakan dua debat besar bagi pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati. Debat pertama dijadwalkan pada 30 Oktober 2024 di Hotel Bay Marina Tanjung, sementara debat kedua akan digelar pada 9 November 2024 di Kantor KPU KLU. Ketua KPU KLU, Nizamudin, memastikan bahwa acara ini akan menjadi momen penentuan bagi para calon pemimpin daerah tersebut.
Dalam keterangannya, Nizamudin mengungkapkan bahwa kedua debat ini akan dibagi ke dalam lima segmen, yang masing-masing ditujukan untuk calon bupati dan wakil bupati. “Segmen pertama akan memuat pembukaan, pembacaan tata tertib, dan penyampaian visi-misi dari masing-masing paslon,” jelasnya pada Rabu (23/10).
Setelahnya, segmen kedua dan ketiga akan lebih mendalam dengan mengeksplorasi visi-misi sesuai tema debat yang telah ditentukan. Di segmen keempat dan kelima, para panelis akan melontarkan pertanyaan tajam yang harus dijawab oleh para paslon, dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab antar calon. “Debat akan diakhiri dengan segmen keenam yang menjadi penutup dari seluruh rangkaian debat,” tambahnya.
KPU KLU mempersiapkan acara ini dengan durasi total selama 180 menit, dimulai pada pukul 20.00 WITA hingga 23.00 WITA. “Kami pastikan setiap detik akan menjadi penentuan penting bagi para paslon, karena masyarakat Lombok Utara menaruh harapan besar pada mereka,” ujar Nizamudin dengan nada optimis.
Tidak hanya itu, debat ini juga diwarnai oleh enam tema besar yang diambil sesuai dengan petunjuk teknis KPU RI Nomor 1363 Tahun 2024. Tema-tema tersebut mencakup berbagai isu krusial, seperti upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan, menyelesaikan persoalan daerah, menyelaraskan pembangunan, serta memperkokoh persatuan dan kebangsaan. Nizamudin menambahkan, “Tema-tema ini sangat relevan dengan apa yang dibutuhkan oleh Lombok Utara saat ini.”
Lebih lanjut, KPU KLU juga akan melibatkan lima panelis yang berasal dari kalangan profesional, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk menjaga integritas acara ini. “Kami mengundang akademisi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka seperti Universitas Mataram, UIN, Universitas 45, UNU, STHN, dan STP,” ungkapnya.
Untuk menjaga kelancaran debat dan meminimalisir potensi kericuhan, KPU akan membatasi jumlah peserta yang dapat masuk ke area debat. Hanya partai pengusung dan 25 orang pendukung dari setiap paslon yang diizinkan masuk. “Kami ingin memastikan bahwa debat ini berlangsung dengan damai dan tertib, serta memfokuskan perhatian pada adu gagasan para calon, bukan keramaian di luar arena,” kata Nizamudin.
Dengan segala persiapan matang ini, masyarakat Lombok Utara menantikan debat sebagai ajang adu gagasan dan solusi nyata dari para calon pemimpin mereka. Akankah debat ini mampu membuka mata publik dan mengarahkan pilihan mereka ke calon yang benar-benar memiliki visi terbaik untuk kemajuan Lombok Utara? Semua akan terjawab dalam dua malam debat mendebarkan yang tinggal menghitung hari!















