Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mencetak sejarah baru dengan menduduki posisi teratas di antara 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam capaian Perluasan Areal Tanam (PAT). Program strategis dari Kementerian Pertanian ini bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dan Lotim berhasil meraih predikat tertinggi dengan realisasi target yang melampaui ekspektasi. Kepala Dinas Pertanian Lotim, Sahri, dalam keterangannya pada Rabu (22/10), mengungkapkan rasa bangga atas prestasi tersebut.
“Kita menjadi yang tertinggi capaian realisasi target PAT di NTB,” ujar Sahri dengan penuh semangat. Dari target 1.737 hektare yang diberikan, Lotim berhasil mencapai 2.178,31 hektare, sebuah pencapaian yang luar biasa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian. Program PAT ini difokuskan untuk memaksimalkan masa tanam, bukan hanya luas lahan, dengan mendorong petani untuk menanam padi lebih dari satu kali dalam setahun.
Sahri menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari edukasi intensif yang diberikan kepada kelompok-kelompok tani di Lotim. “Kami memberi edukasi kepada petani, terutama di daerah tadah hujan, agar menanam padi tidak hanya sekali dalam setahun. Bahkan, daerah-daerah yang dulunya tidak menanam padi, kini telah memulai,” tambahnya.
Selain edukasi, bantuan mesin pompa air juga menjadi faktor kunci dalam mencapai target PAT di Lotim. Pemberian bantuan alsintan seperti pompa air kepada kelompok tani telah mendorong petani untuk terus berproduksi, bahkan di tengah musim kemarau yang biasanya menjadi tantangan tersendiri. “Program PAT lebih menekankan pada peningkatan masa tanam. Misalnya, dari yang hanya sekali menanam padi, menjadi dua kali. Dari dua kali menjadi tiga kali. Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi Lotim,” jelas Sahri.
Dalam beberapa tahun terakhir, hampir seluruh wilayah di Lotim telah mengalami peningkatan dalam jumlah musim tanam. Sahri juga menekankan bahwa meskipun musim kemarau masih berlangsung, hal ini tidak mempengaruhi produktivitas pertanian di Lotim. “Jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu, tahun ini jauh lebih baik. Hujan mulai turun lebih awal pada Oktober, dibanding tahun lalu yang baru dimulai pada November. Ini adalah pertanda baik bagi para petani kami,” ungkapnya.
Menariknya, Sahri juga mengapresiasi kecerdasan para petani Lotim dalam menghadapi situasi yang sulit. Para petani semakin inovatif dalam mengolah lahan mereka saat musim kemarau dengan menanam tanaman yang lebih sedikit membutuhkan air, seperti tebu dan tembakau. “Ini menunjukkan bahwa petani kita semakin cerdas dalam membaca situasi dan mengambil keputusan yang tepat,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kabid PSP Dinas Pertanian Lotim, Darajata, menambahkan bahwa pemerintah daerah telah memberikan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada puluhan kelompok tani di Lotim. Salah satu bantuan yang paling signifikan adalah pompa air, yang mendukung program perluasan lahan tanam padi. Program ini bertujuan untuk mengatasi kerawanan pangan di daerah dengan mendorong peningkatan produksi padi.
“Petani yang menerima bantuan pompa air harus berkomitmen untuk menanam padi. Oleh karena itu, petani tembakau tidak menerima bantuan ini karena program ini difokuskan pada ketahanan pangan melalui peningkatan produksi padi,” jelas Darajata.
Capaian Lotim dalam PAT ini menunjukkan bahwa dengan edukasi yang tepat, dukungan pemerintah, dan kecerdasan petani, ketahanan pangan nasional bukanlah impian yang mustahil. Kabupaten Lombok Timur kini menjadi teladan bagi daerah lain dalam mewujudkan produktivitas pertanian yang berkelanjutan.















