Tanjungtv.com – Dalam debat perdana Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024 yang berlangsung di Mataram pada Rabu malam (23/10/2024), calon gubernur nomor urut 2, Zulkieflimansyah, mendapatkan sorotan tajam dari calon gubernur nomor urut 3, Lalu Muhammad Iqbal, terkait utang Pemerintah Provinsi NTB yang mencapai angka Rp 1,3 triliun. Iqbal menilai bahwa utang ini menunjukkan adanya persoalan dalam perencanaan keuangan yang lemah di era kepemimpinan Zul, yang menjabat sebagai gubernur NTB bersama wakilnya, Sitti Rohmi Djalilah, pada periode 2018-2023.
Iqbal Sentil Utang Rp 1,3 Triliun: Masalah Perencanaan Keuangan?
Dalam debat yang dihadiri oleh para pendukung dari ketiga pasang calon gubernur NTB tersebut, Iqbal mengkritik sisa utang senilai Rp 1,3 triliun yang ditinggalkan oleh kepemimpinan Zul-Rohmi. Ia menilai utang yang sebagian besar berasal dari pembiayaan kontraktual sebesar lebih dari Rp 500 miliar merupakan indikasi adanya persoalan dalam pengelolaan keuangan daerah. “Kok ada sisa utang pemerintah senilai Rp 1,3 triliun, dan lebih dari Rp 500 miliarnya adalah utang dari pembiayaan kontraktual? Artinya ada persoalan di dalam pembiayaan atau perencanaannya,” sentil Iqbal.
Ia juga menegaskan bahwa utang sebesar itu seharusnya tidak ditinggalkan oleh pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan yang matang agar tidak meninggalkan beban bagi pemerintahan berikutnya atau masyarakat. “Utang itu seharusnya tidak terjadi jika tata kelola keuangan berjalan baik. Kita harus melakukan perencanaan yang lebih baik agar keuangan daerah tidak terbebani dalam jangka panjang,” tambahnya.
Zulkieflimansyah Tepis Tuduhan: “Ini Proyek Besar, Bukan Karena Kemiskinan!”
Menanggapi kritikan tajam dari Iqbal, Zulkieflimansyah segera memberikan klarifikasi di atas panggung debat. Dengan nada tegas, ia menjelaskan bahwa utang yang diambil oleh Pemerintah Provinsi NTB selama masa jabatannya bukanlah utang yang diambil sembarangan. “Utang SMI itu bukan utang biasa. Semua daerah itu diberikan oleh pemerintah pusat ke daerah yang dianggap mampu membayar. Kita tidak berutang karena miskin, tapi karena ada proyek strategis yang harus dijalankan,” jelas Zul di hadapan penonton yang hadir.
Zul menambahkan, utang tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat NTB, seperti pembangunan jalan raya dan rumah sakit. Menurutnya, utang ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang di NTB, dan bukan menjadi beban masyarakat. “Bukan karena miskin kita berutang. Ada proyek strategis seperti jalan raya bahkan rumah sakit yang membutuhkan pendanaan besar. Pemerintah pusat memberikan utang ini karena yakin NTB bisa mengelolanya dengan baik,” tegas Zul.
Utang SMI Dipertanyakan, Rohmi Diminta Jelaskan
Dalam kesempatan tersebut, Zulkieflimansyah juga meminta Sitti Rohmi Djalilah, yang merupakan wakilnya saat menjabat sebagai gubernur dan kini menjadi calon gubernur NTB, untuk ikut memberikan penjelasan terkait utang tersebut. “Bu Wagub sekarang yang jadi Cagub NTB bisa jelasin apa itu utang SMI. Jangan-jangan Pak Iqbal tidak paham juga apa itu utang SMI itu,” kata Zul sambil melontarkan senyum lebar ke arah para pendukungnya.
Rohmi kemudian menjelaskan bahwa utang tersebut telah digunakan sesuai dengan perencanaan dan bukan untuk proyek yang tidak bermanfaat. Ia menegaskan bahwa setiap daerah yang diberikan utang oleh pemerintah pusat telah melalui evaluasi dan penilaian yang ketat. “Utang ini sudah sesuai dengan perencanaan yang matang dan hanya untuk proyek-proyek strategis yang dibutuhkan oleh masyarakat NTB,” ujar Rohmi singkat.
Iqbal Terus Menyentil: Utang dan Sampah Era Zul-Rohmi
Namun, Lalu Muhammad Iqbal tidak berhenti di situ. Selain menyoroti utang, ia juga menyentil persoalan lain yang terjadi di era kepemimpinan Zul-Rohmi, yakni masalah sampah yang belum terselesaikan. Ia menilai, di banyak titik di NTB, termasuk di kawasan wisata seperti Gili Trawangan, masalah sampah masih menjadi isu besar yang tidak teratasi dengan baik. “Sampah menumpuk di berbagai tempat di NTB, ini bukti lemahnya perencanaan dan pengelolaan selama lima tahun terakhir,” kritik Iqbal.
Ia menekankan bahwa jika terpilih, dirinya akan melakukan perbaikan dalam perencanaan tata kelola keuangan dan lingkungan. Iqbal berjanji akan menempatkan kebijakan yang lebih baik dalam menangani isu-isu besar seperti utang dan sampah yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat NTB. “Kita harus lakukan perencanaan dan tata kelola yang baik agar kita tidak memberikan beban jangka panjang kepada masyarakat dan generasi berikutnya,” tegasnya.
Zul Tanggapi dengan Santai, Pendukung Memanas
Mendengar kritikan Iqbal yang terus berlanjut, Zulkieflimansyah merespons dengan santai dan kembali menekankan bahwa utang SMI bukanlah masalah besar jika dikelola dengan baik. “SMI memberikan utang kepada daerah-daerah yang mampu, dan NTB diberikan karena pemerintah pusat yakin kita bisa mengembalikannya. Ini bukan masalah, tapi kesempatan untuk membangun NTB lebih baik,” ujar Zul yang langsung disambut dengan sorakan dari para pendukungnya.
Meski demikian, suasana debat memanas dengan sorakan pendukung dari kedua kubu yang saling berteriak mendukung kandidat mereka masing-masing. Para pendukung Zul menyambut dengan antusias setiap kali Zul memberikan jawaban yang menantang, sementara pendukung Iqbal terus mendukung kritikan yang dilontarkan oleh calon gubernur mereka.
Debat Berakhir, Isu Utang dan Sampah Jadi Sorotan
Debat perdana ini akhirnya berakhir dengan kedua kandidat, Zul dan Iqbal, sama-sama yakin pada pendapat mereka masing-masing. Zulkieflimansyah dengan tegas membela penggunaan utang untuk proyek strategis di NTB, sementara Iqbal tetap berpegang pada pandangannya bahwa perencanaan yang lebih baik harus dilakukan untuk menghindari beban utang jangka panjang.
Isu utang sebesar Rp 1,3 triliun ini dipastikan akan terus menjadi topik hangat dalam Pilgub NTB 2024, di mana para pemilih akan mempertimbangkan apakah utang tersebut merupakan langkah strategis atau justru beban bagi masyarakat NTB di masa depan. Sementara itu, Iqbal menekankan pentingnya perencanaan keuangan yang lebih baik agar masalah-masalah seperti ini tidak terus terjadi di masa mendatang.
Debat berikutnya akan sangat dinantikan, di mana para kandidat akan kembali saling beradu argumen tentang solusi terbaik untuk membawa NTB menuju masa depan yang lebih baik.















