Lembaga Survei Indonesia, Iqbal-Dinda Unggul Signifikan, Menjauhkan Rival di Pusaran Elektoral Cagub 2024!”

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Menjelang pemilihan gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024, Lembaga Survei Indonesia (LSI) kembali merilis hasil survei terbaru yang mengejutkan publik NTB. Survei yang dilakukan antara 14 hingga 20 Oktober dengan melibatkan 1.540 responden ini menunjukkan keunggulan yang mencolok dari pasangan calon nomor 3, Iqbal-Dinda, yang mengungguli dua rival utamanya, yaitu Rohmi-Firin dan Zul-Uhel. Menurut Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, selisih elektabilitas antara Iqbal-Dinda dengan pasangan calon lainnya berada di atas margin of error survei, yang menunjukkan bahwa keunggulan mereka bukan sekadar kebetulan.

Hasil survei LSI yang menggunakan simulasi surat suara memperlihatkan Iqbal-Dinda meraih dukungan sebesar 33,5 persen, diikuti oleh Rohmi-Firin dengan 27,1 persen, sementara Zul-Uhel berada di posisi terakhir dengan 22 persen. “Selisih 6,4 persen ini cukup signifikan, terutama dengan margin of error survei sebesar 2,9 persen. Ini yang membuat kami yakin mengatakan bahwa Iqbal-Dinda unggul secara signifikan,” jelas Djayadi dalam keterangan tertulisnya.

banner 325x300

Selain unggul dari segi elektabilitas, survei ini juga menunjukkan bahwa pasangan nomor 3 ini memiliki tingkat kesukaan yang cukup tinggi di kalangan masyarakat NTB. Popularitas mereka yang terus menanjak menjadi sinyal positif bagi pendukung Iqbal-Dinda, terutama menjelang hari pencoblosan. Djayadi menambahkan, “Dengan tingkat kesukaan yang tinggi, popularitas mereka diprediksi akan terus menguat.”

Di sisi lain, pasangan petahana Zul-Uhel mengalami tren penurunan yang cukup drastis, yang menurut Djayadi, disebabkan oleh rendahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja mereka saat memimpin NTB. Hal ini, menurut analisis LSI, berkontribusi pada penurunan elektabilitas pasangan petahana tersebut.

“Rohmi-Firin dan Zul-Uhel Masih Punya Peluang Membalik Keadaan”

Meskipun saat ini Iqbal-Dinda unggul, pengamat politik NTB, Dr. Alfisyahrin, menyebut bahwa kedua pasangan lain, Rohmi-Firin dan Zul-Uhel, masih memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan mereka. “Di atas kertas, memang saya sudah prediksi bahwa Iqbal-Dinda memiliki peluang besar untuk menang, terutama karena dukungan dari partai-partai besar,” ujar Alfisyahrin. Ia juga menyoroti peran kelompok-kelompok relawan dan tim pemenangan yang dinilai bekerja efektif di lapangan, mampu menyentuh isu-isu yang dekat dengan hati masyarakat.

Namun, Alfisyahrin tidak menutup kemungkinan bahwa perubahan besar masih dapat terjadi. “Mesin politik Rohmi-Firin dan Zul-Uhel mungkin belum bekerja maksimal, tapi itu tidak berarti mereka tidak bisa mengejar. Semua masih bergantung pada strategi politik dan komunikasi yang mereka lakukan di lapangan dalam beberapa pekan ke depan,” ujarnya.

Pengaruh Faktor Lembaga Survei pada Hasil Elektabilitas

Alfisyahrin menekankan pentingnya sikap kritis publik terhadap hasil survei. Ia menyatakan bahwa publik harus memahami metode yang digunakan lembaga survei serta mempertimbangkan apakah lembaga tersebut memiliki afiliasi politik yang bisa mempengaruhi hasil. “Kita harus punya parameter yang jelas untuk menilai apakah survei tersebut benar-benar netral,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa publik harus jeli melihat kredibilitas lembaga survei, terutama dengan memperhatikan margin of error dan apakah hasilnya sejalan dengan survei dari lembaga lain.

Dinamika Politik NTB yang Terus Bergerak

Meskipun hasil survei LSI menunjukkan keunggulan yang signifikan bagi Iqbal-Dinda, Alfisyahrin menekankan bahwa peta politik di NTB masih sangat dinamis. “Masyarakat NTB masih terus mencari referensi politik yang paling sesuai dengan harapan mereka, jadi kesempatan bagi semua calon untuk mengubah hasil ini masih terbuka lebar,” paparnya.

Dengan sisa waktu kampanye yang ada, Alfisyahrin percaya bahwa baik Rohmi-Firin maupun Zul-Uhel masih berpotensi untuk memperkecil selisih elektabilitas mereka dengan Iqbal-Dinda, terutama jika mereka dapat melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat. “Komunikasi politik yang efektif dan pendekatan ke lapangan akan sangat berpengaruh. Jika dilakukan dengan tepat, hal ini bisa memperpendek jarak dan bahkan mungkin membalikkan keadaan,” tutup Alfisyahrin.

Dengan survei terbaru ini, persaingan menuju kursi NTB 1 semakin memanas.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *