Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara kembali dihebohkan dengan kabar panas dari internal Partai Gerindra. Ketua DPC Gerindra Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sudirsah Sujanto, secara tegas menyatakan bahwa terdapat indikasi beberapa kader yang tidak loyal terhadap garis partai, khususnya dalam Pilkada KLU yang mengusung pasangan Najmul Akhyar-Kusmalahadi. Pernyataan ini mengundang perhatian publik, apalagi karena beberapa kader yang disebutkan ternyata adalah anggota DPRD.
“Gerindra ini partai yang tegak lurus, satu komando adalah prinsip yang harus dipatuhi setiap kader. Bagi yang tidak loyal, konsekuensinya sudah jelas, kita tidak akan main-main,” tegas Sudirsah dengan nada serius, memberikan peringatan keras kepada para kadernya yang diduga melenceng dari dukungan terhadap pasangan Najmul-Kusmalahadi.
Sudirsah mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan peringatan kepada kader yang terbukti melanggar, khususnya yang menjabat sebagai anggota dewan. Dari lima anggota DPRD Partai Gerindra, hanya dua orang yang dianggap masih loyal pada keputusan partai. “Konsekuensinya jelas, bisa langsung diganti atau PAW (Pergantian Antar Waktu) bagi yang tidak mengikuti keputusan partai,” ujar Sudirsah, menandakan bahwa sanksi keras menanti mereka yang tidak patuh.
Tiga anggota DPRD lainnya diduga kuat terlibat dalam mendukung paslon lain. Sudirsah mengklaim bahwa pihaknya sudah mengantongi bukti berupa foto-foto dan tindakan yang dilakukan kader tersebut. Bahkan, ada indikasi bahwa mereka menggerakkan dana pokok pikiran (pokir) melalui pihak lain untuk mendukung calon yang bukan pasangan Najmul-Kusmalahadi. Menurutnya, keterlibatan keluarga juga menjadi sorotan, “Istri mereka ada yang terlibat langsung mendukung paslon lain. Hal ini jelas melanggar aturan Partai Gerindra.”
Situasi ini semakin memanas karena keputusan DPP Gerindra secara tegas mendukung pasangan Najmul Akhyar-Kusmalahadi dalam kontestasi Pilkada KLU. Sudirsah menyatakan bahwa bagi kader yang tak mengikuti keputusan DPP, sanksi tegas menanti. “Tunggu saja, bukti sudah ada, dan jika yang bersangkutan adalah anggota DPRD, maka sanksinya jelas: PAW,” pungkasnya.
Pernyataan dari Sudirsah ini membuat publik KLU bertanya-tanya tentang ketegasan Partai Gerindra terhadap kader-kadernya yang dinilai tak loyal. Apakah ini pertanda akan ada ‘pembersihan’ besar-besaran di tubuh Partai Gerindra KLU? Waktu yang akan menjawab, namun yang pasti, pilkada kali ini bukan hanya menjadi pertarungan bagi para kandidat, tetapi juga menjadi ujian integritas bagi para kader partai.















