Tanjungtv.com – Dalam upaya memberikan pandangan jelas tentang arah pembangunan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Komisi Pemilihan Umum (KPU) KLU telah menetapkan tema debat kedua Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dengan fokus pada percepatan dan pemerataan pembangunan. Ketua KPU KLU, Nizamudin, mengungkapkan bahwa tema ini diusulkan oleh tim panelis dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan KLU saat ini.
“Kalau kemarin pada debat pertama temanya inovasi, maka debat kedua ini fokus pada percepatan dan pemerataan pembangunan di KLU,” ujar Nizamudin dalam rapat koordinasi di Gili Gaya Galeri, Senin (11/11). Debat ini akan berlangsung di Medana Bay Marina pada 13 November 2024, dimulai pukul 20.00 WITA.
Tema besar ini terbagi ke dalam enam subtema penting, yakni sosial budaya, investasi dan keuangan, ketahanan pangan, pariwisata, pertanian dan perkebunan, mitigasi kebencanaan, serta pemuda dan olahraga. “Kami sudah memberikan panduan subtema ini kepada masing-masing tim pendamping pasangan calon (LO) sebagai bahan persiapan mereka menghadapi debat nanti,” jelas Nizamudin.
Berbeda dari debat pertama, kali ini KPU memberikan kebebasan penuh kepada pasangan calon dalam segmen debat tertentu. Jika pada debat perdana peran calon bupati dan wakil bupati dibatasi per segmen, kali ini keduanya dapat bebas bertanya, menjawab, dan saling menanggapi. “Kita ambil masukan dari Paslon untuk lebih leluasa. Di segmen 4 dan 5, calon bupati atau wakil bupati bebas bertanya dan saling mendukung,” lanjut Nizamudin.
Persiapan teknis pun telah dimatangkan, termasuk penyesuaian jumlah pendukung yang diperbolehkan hadir di arena debat. “Untuk kali ini kita tingkatkan kapasitas, dari yang sebelumnya 30 pendukung per Paslon, sekarang menjadi 40. Terdiri dari 20 pendukung di dalam ruangan dan 20 di luar yang akan kami siapkan terop khusus di sekitar lokasi agar tidak mengganggu jalannya debat,” terang Nizamudin.
KPU berupaya keras memperbaiki kelemahan yang terjadi pada debat perdana, yang meskipun berjalan lancar, masih menyisakan ruang perbaikan. “Harapannya, debat kedua ini berjalan lebih kondusif dan mengurangi potensi gangguan dari penonton,” kata Nizamudin optimis.
Evaluasi KPU menyebutkan bahwa meski debat perdana sukses, terdapat beberapa gangguan kecil. Namun, di debat kedua ini KPU optimis akan memberikan pengalaman debat yang lebih terarah dan bermanfaat bagi warga KLU. “Dengan perbaikan ini, kita ingin debat kedua lebih terfokus pada substansi program dan visi pembangunan KLU yang bisa dinikmati warga dan pemilih,” tutup Nizamudin.















