Pemda KLU Lepas Tanah 4 Hektare di Pelabuhan Carik, Siapkan Gerbang Ekspor-Impor untuk NTB!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengambil langkah besar dengan menyerahkan aset tanah seluas 4 hektare di Pelabuhan Carik, Kecamatan Bayan, kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mengembangkan kawasan tersebut sebagai pusat bongkar muat barang ekspor-impor.

BACA JUGA : KABAR BESAR UNTUK GILI! RP 2,2 MILIAR DIGELONTORKAN, POLSEK BARU SIAP BERDIRI DI JANTUNG PARIWISATA

banner 325x300

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah KLU, Sahabudin, mengungkapkan bahwa sejak 2023, kewenangan pengelolaan Pelabuhan Carik resmi beralih ke Pemprov NTB. Untuk merealisasikan rencana besar ini, Pemprov NTB membutuhkan tanah milik Pemda KLU agar dapat mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Perhubungan. Hibah tanah ini menjadi kunci dalam memastikan pelabuhan tersebut mendapatkan investasi yang dibutuhkan agar bisa beroperasi secara optimal.

Keputusan ini bukan tanpa pertimbangan. Sahabudin menegaskan bahwa meskipun luas, tanah tersebut lebih bernilai apabila dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan rencana pengembangan ini, Pelabuhan Carik diproyeksikan menjadi titik strategis dalam mendongkrak aktivitas perdagangan di wilayah timur Lombok Utara. Serapan tenaga kerja akan meningkat, sektor logistik berkembang, dan akses bagi para pelaku usaha lokal terbuka lebih luas.

Pelabuhan Carik yang selama ini kurang optimal dimanfaatkan lebih sering dijadikan tempat bersantai, berfoto, jogging, hingga memancing. Kini, dengan adanya langkah tegas dari pemerintah, Carik akan memasuki babak baru sebagai pusat kegiatan industri dan perdagangan yang dapat membawa dampak besar bagi ekonomi NTB.

Momen penyerahan aset ini dilakukan saat kunjungan Penjabat (Pj) Gubernur NTB ke Samsat beberapa hari lalu. Dengan penyerahan tanah ini, Pemprov NTB memiliki landasan kuat untuk mengajukan bantuan pendanaan guna merevitalisasi pelabuhan tersebut. Harapannya, Pelabuhan Carik yang selama ini hanya berfungsi secara terbatas dapat segera menjadi tulang punggung ekspor-impor di wilayah timur NTB.

Proses transformasi ini akan menjadi tantangan tersendiri, namun dengan kerja sama antara pemerintah daerah dan provinsi, masyarakat dapat segera menyaksikan perubahan nyata di Pelabuhan Carik. Aktivitas bongkar muat yang kini masih terbatas diyakini akan berkembang pesat dalam waktu dekat, membawa peluang baru bagi warga sekitar.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *