Tanjungtv.com – Pemprov NTB tengah menatap peluang besar di depan mata dengan rencana pengambilalihan pengelolaan Pelabuhan Gili Trawangan. Proses pengalihan ini masih menunggu lampu hijau dari Kementerian Perhubungan RI, namun potensi yang dijanjikan membuat langkah ini menjadi prioritas dalam strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Moh. Faozal, mengungkapkan bahwa Pelabuhan Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno memang berada dalam satu sistem dengan Pelabuhan Bangsal di Pemenang, Lombok Utara. Pelabuhan Bangsal sendiri telah membuktikan potensi besar dengan capaian PAD Rp1,4 miliar lebih pada tahun 2024. Jika pengelolaan Pelabuhan Gili Trawangan resmi berpindah ke Pemprov NTB, angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga tiga kali lipat.
Setiap harinya, ribuan wisatawan mancanegara dan domestik memadati jalur laut menuju Gili Trawangan, menjadikannya simpul vital dalam industri pariwisata NTB. Pada hari-hari sibuk, jumlah wisatawan yang menyeberang dari Bali ke Gili Trawangan bisa mencapai 3.500 orang per hari. Angka ini adalah potensi ekonomi yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Namun, ambisi ini bukan tanpa tantangan. Faozal mengakui bahwa hingga saat ini belum ada persiapan teknis khusus, mengingat keputusan final masih bergantung pada pemerintah pusat. Meski demikian, Pemprov NTB telah mengambil langkah proaktif dengan merilis Perda Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Langkah ini menjadi fondasi dalam memaksimalkan pendapatan dari sektor transportasi laut di masa depan.
Pelabuhan Bangsal menjadi contoh sukses atas langkah strategis ini. Setelah pengalihan pengelolaan pada Agustus 2023, pendapatan pelabuhan meningkat pesat. Optimisme serupa kini disematkan pada Pelabuhan Gili Trawangan yang dikenal sebagai gerbang pariwisata tiga gili.
Sementara itu, perhatian Pemprov NTB juga tertuju pada Pelabuhan Senggigi di Lombok Barat. Meski dikelola oleh pemerintah kabupaten, pemprov telah menjalin komunikasi untuk mendukung pembenahan dan peningkatan fasilitas, dengan tujuan mendongkrak daya tarik pariwisata di kawasan tersebut.
Jika pengambilalihan ini terealisasi, Pelabuhan Gili Trawangan tidak hanya menjadi aset baru bagi Pemprov NTB, tetapi juga simbol bagaimana optimalisasi sektor transportasi laut mampu mengangkat PAD secara signifikan. Ribuan wisatawan yang terus berdatangan ke Gili Trawangan bukan lagi sekadar penikmat pesona pantai dan bawah laut, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Masyarakat menantikan bagaimana Pemprov NTB memanfaatkan peluang ini. Jika strategi dan pengelolaan dilakukan secara profesional, lonjakan pendapatan dari sektor pelabuhan bisa menjadi katalisator bagi pengembangan pariwisata dan infrastruktur di seluruh NTB.















