Tanjungtv.com – Persiapan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada 20 Februari di Jakarta telah memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah memastikan semua aspek teknis dan non-teknis disiapkan secara maksimal. Acara yang akan digelar di Istana Presiden ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal komitmen baru dalam membangun daerah dengan visi yang lebih progresif.
BACA JUGA : PIP Jadi Ladang Duit Ilegal, Oknum Berkedok Pendamping Diburu Polisi
Kepala Bagian Pemerintahan Setda KLU, Suparman, menegaskan bahwa setiap tahapan protokoler dari pusat telah diikuti dengan cermat. Bupati dan wakil bupati terpilih bersama pasangan dijadwalkan tiba di Jakarta pada Sabtu, 15 Februari. Agenda pertama adalah pemeriksaan kesehatan, memastikan kedua pemimpin dalam kondisi prima untuk mengikuti serangkaian agenda berikutnya.
Pada Senin, 17 Februari, keduanya akan mengikuti pengarahan langsung dari Menteri di kawasan Monumen Nasional. Sesi ini menjadi momen strategis untuk memahami tugas dan tanggung jawab kepala daerah di tengah tantangan nasional yang semakin dinamis. Pengarahan ini bukan sebatas formalitas, melainkan bekal penting untuk mengarahkan KLU ke jalur pembangunan yang lebih terarah.
Selasa pagi, 18 Februari, dijadwalkan gladi kotor di Istana Presiden. Bupati dan wakil bupati diwajibkan mengenakan pakaian olahraga sebagai bagian dari simulasi acara kenegaraan. Momentum ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga kesiapan mental untuk tampil di hadapan publik dalam momen bersejarah tersebut.
Gladi bersih dijadwalkan pada Rabu, 19 Februari. Bupati dan wakil bupati akan mengenakan pakaian dinas upacara besar, lengkap dengan protokol resmi kenegaraan. Kegiatan ini menjadi simulasi akhir sebelum prosesi pelantikan. Semua pihak diminta menjaga ketertiban dan kelancaran acara, mengingat pentingnya momen ini bagi masa depan kepemimpinan KLU.
Pelantikan akan digelar pada Kamis, 20 Februari, dengan peserta terbatas. Hanya bupati, wakil bupati, pasangan masing-masing, dan perwakilan DPRD yang diperbolehkan hadir. Keputusan ini menyesuaikan dengan aturan protokoler istana yang ketat. Pemda KLU juga telah mengajukan izin pendampingan bagi ajudan bupati untuk memastikan kenyamanan selama acara berlangsung.
Pasca pelantikan, bupati akan mengikuti orientasi kepemimpinan di Magelang selama delapan hari, dari 21 hingga 28 Februari. Program ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi kepala daerah se-Indonesia mengenai arah pembangunan nasional. Wakil bupati dijadwalkan hadir hanya di hari terakhir untuk mendapatkan pengarahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Kesiapan fisik dan mental bupati terpilih terus dipantau. Laporan medis terbaru menunjukkan kondisi kesehatan bupati membaik signifikan. Program pemulihan dilakukan secara intensif dengan pengawasan ketat. Pemda menekankan pentingnya dukungan publik untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan tanpa hambatan.
Pelantikan ini menjadi penanda awal kepemimpinan baru yang diharapkan membawa angin segar bagi pembangunan KLU. Dengan persiapan matang dan dukungan seluruh elemen masyarakat, KLU optimis mampu menjawab tantangan pembangunan dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih berkualitas di masa mendatang.















