SEKOLAH JALAN TERUS DI BULAN RAMADAN! SISWA DI LOMBOK UTARA DILATIH TETAP FOKUS DI TENGAH PUASA

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Di saat banyak daerah memilih untuk meliburkan siswa selama bulan Ramadan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) justru tetap menjalankan aktivitas belajar-mengajar seperti biasa. Keputusan ini diatur dalam surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU, yang merujuk pada kebijakan nasional.

Kasi Kurikulum Dikpora KLU, Doni, memastikan bahwa metode pembelajaran selama Ramadan 2025 akan berbeda dari hari-hari biasa, menyesuaikan dengan kondisi fisik dan mental siswa. Pada tanggal 6 hingga 25 Maret 2025, siswa tetap masuk sekolah, sementara pada tanggal 27 hingga 28 Februari serta 3 hingga 5 Maret, mereka belajar secara mandiri di rumah. Setelah jeda Idul Fitri pada 26 hingga 28 Maret dan 2 hingga 8 April, kegiatan belajar akan dilanjutkan kembali pada 9 April.

banner 325x300

Penerapan sistem ini memunculkan tantangan baru bagi orang tua dan siswa. Mereka harus menyesuaikan diri dengan pola pembelajaran yang fleksibel, memastikan anak-anak tetap fokus pada pelajaran meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Beberapa sekolah pun mulai mengembangkan strategi khusus, termasuk menambahkan program keagamaan seperti tadarus, tahfiz, dan kultum sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran selama Ramadan.

Kebijakan ini menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian orang tua mendukung penuh, menganggap ini sebagai kesempatan bagi anak-anak untuk belajar disiplin sekaligus mendalami nilai-nilai spiritual. Namun, tak sedikit yang mempertanyakan efektivitasnya, mengingat kondisi fisik siswa yang rentan kelelahan saat berpuasa.

Doni menekankan bahwa Ramadan bukan alasan untuk mengendurkan semangat belajar. Justru, menurutnya, bulan suci ini menjadi momen tepat untuk meningkatkan kedisiplinan dan membangun karakter anak. Ia juga mengingatkan agar siswa non-Muslim tetap menghormati teman-temannya yang sedang berpuasa dengan menjaga etika saat makan di lingkungan sekolah.

Dengan adanya sistem belajar yang tetap berjalan selama Ramadan, semua pihak diharapkan dapat bekerja sama menciptakan suasana yang kondusif. Orang tua harus lebih aktif dalam mendukung anak-anak mereka, memastikan asupan makanan yang cukup saat sahur dan berbuka, serta memberikan motivasi agar mereka tetap semangat belajar meskipun dalam kondisi berpuasa.

Keputusan ini telah dibuat, dan sekarang tantangannya ada di tangan para siswa serta orang tua mereka. Mampukah mereka menyesuaikan diri dengan sistem ini? Ramadan tahun ini akan menjadi ujian nyata bagi ketahanan mental dan fisik generasi muda di Lombok Utara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *