Tanjungtv.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah besar dalam dunia pendidikan dengan menyingkirkan perantara birokrasi yang selama ini menghambat pencairan tunjangan guru. Dengan mekanisme baru, tunjangan akan langsung ditransfer ke rekening guru tanpa ada campur tangan pihak lain. Langkah ini menandai era baru bagi kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini terjebak dalam rantai administrasi berbelit.
BACA JUGA : Najmul Akhyar Ubah Wajah Tanjung, Pedagang Tetap Berjualan di Pusat Kota!
Dalam acara “Peluncuran Mekanisme Baru Tunjangan Guru ASN Daerah Langsung ke Rekening Guru” di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Kamis (13/3), Prabowo menyampaikan pernyataan tegas tentang birokrasi yang dianggapnya terlalu banyak mempersulit urusan rakyat. Ia mempertanyakan urgensi proses pencairan tunjangan yang kerap tertunda dan menegaskan bahwa sistem harus dibuat lebih sederhana dan efisien.
Prabowo menyindir mentalitas sebagian birokrat yang masih terjebak dalam budaya lamban dan prosedural yang tidak perlu. Ia menegaskan bahwa para pejabat yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman harus bersiap dievaluasi. Menurutnya, menjadi ASN bukan sekadar titel atau privilese, melainkan tugas besar untuk melayani rakyat dengan penuh dedikasi.
Tidak hanya itu, Prabowo juga memberikan peringatan keras kepada para pejabat yang masih mempertahankan budaya kerja lambat dan tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Baginya, sistem pemerintahan harus bergerak cepat, tanpa hambatan, dan tanpa celah bagi oknum yang ingin bermain di balik meja birokrasi.
Reformasi birokrasi ini tidak hanya berfokus pada efisiensi pencairan tunjangan guru, tetapi juga membuka jalan bagi pembenahan besar-besaran di berbagai sektor pemerintahan. Prabowo meminta para menteri dan Menko untuk segera merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat tanpa berbelit-belit. Ia bahkan menegaskan bahwa budaya kerja “kalau bisa dibuat susah, kenapa harus dibuat mudah?” harus dihapus sepenuhnya dari pemerintahan.
Dengan perubahan ini, para guru di seluruh Indonesia akhirnya bisa bernapas lega. Mereka tidak lagi perlu menghadapi proses panjang dan ketidakpastian pencairan tunjangan yang selama ini kerap menjadi masalah. Presiden Prabowo memastikan bahwa sistem baru ini akan diterapkan dengan penuh ketegasan dan pengawasan ketat, agar tidak ada lagi pihak yang bisa bermain-main dengan hak para pendidik.
Kebijakan ini menandai era baru dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. Dengan komitmen penuh untuk memangkas birokrasi yang tidak perlu, Prabowo mengirimkan pesan kuat: pemerintahan di bawah kepemimpinannya tidak akan memberi ruang bagi praktik-praktik lama yang menyulitkan rakyat. Bagi yang tidak bisa mengikuti perubahan ini, bersiaplah menghadapi konsekuensinya.















