Tanjungtv.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Amerta Dayan Gunung terus memperkuat komitmennya dalam mengatasi persoalan kekeringan di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tahun ini, fokus utama mereka tertuju pada pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) di sejumlah titik rawan, termasuk di Kecamatan Gangga, Bayan, dan Kayangan.
BACA JUGA : Bidpropam Polda NTB Tingkatkan Penyidikan Kasus Tragis Warga Lombok Utara, Masyarakat Menuntut Keadilan
Direktur Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung, Firmansyah, mengungkapkan bahwa penanganan kekeringan menjadi prioritas sejak awal kepemimpinan Bupati Najmul Ahyar dan Wakil Bupati Kusmalahadi. “Kami berkolaborasi dengan Dinas PUPR dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas akses air bersih, terutama di daerah yang masih kesulitan,” tegasnya, Senin (14/4).
Salah satu proyek strategis yang sedang digarap adalah pembangunan SPAM di Desa Gumantar, Kayangan, dengan anggaran mencapai Rp30 miliar. Proyek ini mencakup pembangunan instalasi pengolahan air dan bak penampungan yang akan memanfaatkan sumber mata air Lagian. Nantinya, air bersih hasil olahan tidak hanya dinikmati warga Gumantar, tetapi juga desa-desa sekitarnya.
“Kami telah mengajukan proposal pendanaan ke pemerintah pusat melalui BPPW NTB. Meski anggaran sedang ketat, kami yakin proyek ini akan mendapat dukungan karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” ujar Firmansyah.
Ia menjelaskan, saat ini jaringan pipa Perumda masih terbatas, sehingga banyak warga di pelosok Gumantar yang belum terjangkau. Dengan adanya SPAM, layanan air minum akan lebih merata, sekaligus mengurangi ketergantungan pada distribusi air tangki yang kerap mahal dan tidak berkelanjutan.
Selain Gumantar, Perumda juga menyiapkan langkah bertahap untuk menangani titik kekeringan lain di KLU. “Kami tidak bisa bekerja sekaligus, tapi kami pastikan setiap tahun ada progres signifikan,” tambahnya.
Optimisme ini disambut positif oleh warga. Salah satu tokoh masyarakat Gumantar, Ahmad, menyebut proyek SPAM sebagai angin segar. “Selama musim kemarau, kami harus beli air dengan harga tinggi. Jika SPAM terealisasi, hidup kami akan jauh lebih mudah,” ujarnya.
Dengan percepatan pembangunan infrastruktur air bersih, Lombok Utara perlahan menuju ketahanan air yang lebih baik. Langkah Perumda ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi dan kesehatan masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim.















