Berita  

Lombok Bersinar, Perjuangan NTB Menghidupkan Penerangan Jalan Wisata demi Kenyamanan dan Keamanan

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Malam di Pulau Lombok seharusnya tak lagi gelap. Destinasi pariwisata dunia seperti Mandalika, Senggigi, dan Sekotong berhak mendapatkan penerangan yang memadai demi kenyamanan wisatawan dan kelancaran ekonomi. Namun, fakta di lapangan masih jauh dari harapan. Dari hasil survei Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, lima ruas jalan utama menuju kawasan wisata masih minim lampu jalan, bahkan banyak yang mati.

BACA JUGA : LH Bangkitkan Kembali TPS 3R dengan Dana Stimulan, Sampah Jadi Emas Hijau

banner 325x300

Lima jalur tersebut meliputi Rembiga-Pemenang, Montong Ajan-Penujak, Pengantap-Montong Ajan-Kuta, Lembar-Sekotong-Pelangan, dan Pelangan-Pengantap. Dari total kebutuhan 2.935 unit penerangan jalan umum (PJU), hanya 1.288 unit yang terpasang. Itu pun tak semuanya berfungsi—hanya 726 unit yang menyala, sementara 562 unit lainnya mati total.

Kepala Dishub NTB, Lalu Mohammad Faozal, menegaskan bahwa perbaikan akan dilakukan bertahap. “Kami tak bisa diam melihat jalur wisata gelap. Ini bukan sekadar masalah penerangan, tapi juga keselamatan dan kenyamanan para pengunjung,” ujarnya.

Dampak Gelapnya Jalan Wisata
Kondisi jalan yang minim penerangan berpotensi mengganggu ekosistem pariwisata Lombok. Selain meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, kegelapan juga bisa menjadi celah bagi tindak kejahatan yang mengancam wisatawan. Padahal, Lombok sedang gencar mempromosikan diri sebagai destinasi kelas dunia.

Faozal menambahkan, meski kelima ruas jalan tersebut berstatus jalan provinsi, pemasangan dan perawatan PJU harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. “Kami akan segera membuat MoU dengan kabupaten agar perawatan PJU bisa lebih optimal,” jelasnya.

Upaya Kolaborasi untuk Solusi
Tak hanya berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Dishub NTB juga meminta intervensi Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTB. Targetnya, selain memperbaiki lampu yang rusak, juga menambah 4.452 unit PJU baru, khususnya di jalur-jalur strategis seperti kawasan wisata dan pusat ekonomi.

Sorotan terhadap kondisi PJU NTB semakin mengemuka setelah anggota Komisi I DPR RI, Rachmat Hidayat, mengungkapkan keprihatinannya. Saat terbang dengan helikopter, ia menyaksikan sendiri betapa gelapnya jalan-jalan di Lombok, kecuali di Kota Mataram. “Ini ironis, karena masyarakat tetap dikenakan pajak PJU,” ucapnya.

Lampu Jalan Bukan Satu-Satunya Masalah
Selain persoalan penerangan, Dishub NTB juga menyoroti aktivitas sumbangan pembangunan masjid yang kerap memanfaatkan badan jalan. Praktik ini kerap memicu kemacetan bahkan kecelakaan. Untuk itu, Dishub telah mengirim surat ke Dewan Masjid Indonesia (DMI) agar melakukan sosialisasi kepada takmir masjid untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

“Kami berharap kerja sama semua pihak agar jalanan NTB tak hanya terang, tapi juga aman dan nyaman bagi semua,” tegas Chairy Chalidyanto, Kabid Lalu Lintas Jalan Dishub NTB.

Harapan untuk Lombok yang Lebih Terang
Dengan langkah-langkah konkret ini, NTB berkomitmen untuk mengubah wajah malam Lombok menjadi lebih cerah. Penerangan yang memadai bukan hanya tentang estetika, tapi juga tentang keselamatan, keamanan, dan kenyamanan—faktor penting dalam memajukan pariwisata dan perekonomian daerah.

Masyarakat dan pelaku wisata pun menantikan perubahan ini. Jika semua pihak bergerak bersama, bukan tidak mungkin Lombok akan segera bersinar lebih terang, menyambut setiap tamu dengan hangat dan aman.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *