Tanjungtv.com – NTB sedang memacu langkah besar untuk mengubah tantangan pengangguran menjadi peluang emas bagi generasi muda. Dengan 87 ribu angkatan kerja terbuka, Pemerintah Provinsi NTB tak tinggal diam. Mereka meluncurkan serangkaian program inovatif yang siap menggebrak pasar tenaga kerja, baik lokal maupun internasional.
BACA JUGA : Eksklusif, Kasus PT TCN di Gili Trawangan Dihentikan, Ini Alasan Polisi dan Dampak Nyata pada Terumbu Karang
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, I Gede Putu Aryadi, mengungkapkan optimisme tinggi. “Kami tak hanya fokus mengurangi angka, tapi menciptakan ekosistem kerja berkelanjutan,” tegasnya. Salah satu terobosan terbesar adalah program link and match antara SMK, perguruan tinggi, dan industri. Langkah ini dirancang agar lulusan langsung terserap dunia kerja tanpa kendala skill.
Bonus Demografi Jadi Keuntungan Besar
NTB sedang diuntungkan oleh gelombang bonus demografi, dengan tambahan 216 ribu angkatan kerja baru dalam setahun. Namun, ini bukan masalah, melainkan peluang. Disnakertrans NTB telah menjalin kolaborasi dengan berbagai sektor, mulai dari industri kreatif hingga pariwisata, untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Tak hanya itu, 1,3 juta lowongan kerja di luar negeri juga terbuka lebar. Negara seperti Jepang, Taiwan, dan Uni Emirat Arab membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang perhotelan, pertambangan, hingga teknologi. “Kami akan bekali mereka dengan pelatihan bahasa dan sertifikasi kompetensi agar bisa bersaing global,” jelas Aryadi.
Vokasi Jadi Ujung Tombak, Barista hingga Teknisi Jadi Primadona
Pelatihan vokasi kini diarahkan pada profesi yang sedang booming. Salah satunya adalah kursus barista, mengingat maraknya pertumbuhan kafe dan coffee shop di NTB maupun nasional. Selain itu, bidang teknologi digital, otomotif, dan energi terbarukan juga menjadi fokus utama.
Pemerintah juga menggandeng pelaku usaha untuk membuka lebih banyak lowongan melalui job fair besar-besaran. Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM turun tangan menciptakan wirausaha muda berbasis digital. “Kami dorong anak muda tak hanya mencari kerja, tapi juga menciptakan lapangan kerja,” tegas Aryadi.
Target Ambisius: Pengangguran Turun Drastis di 2024
Dengan langkah terpadu ini, NTB menargetkan penurunan signifikan angka pengangguran tahun ini. Gabungan antara pelatihan skill, perluasan lapangan kerja, dan sinergi lintas sektor diyakini bisa membawa perubahan nyata.
“Kami yakin, dengan kolaborasi semua pihak, NTB akan jadi contoh sukses penanganan pengangguran di Indonesia,” pungkas Aryadi penuh keyakinan.
Masyarakat NTB pun menyambut positif langkah ini. Semangat baru terpancar dari generasi muda yang siap mengukir masa depan cerah di tanah sendiri maupun kancah global. NTB siap melesat!















