Tanjungtv.com – Langkah revolusioner diambil oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan melatih puluhan kepala sekolah di Kecamatan Tanjung untuk menguasai tanda tangan elektronik (TTE) berbasis sertifikat digital. Pelatihan intensif ini digelar di SDN 8 Sokong pada Senin (14/4), dan langsung memicu antusiasme tinggi di kalangan pendidik.
BACA JUGA : Gila! Ribuan Sapi NTB Melaju Deras ke Jabodetabek, Idul Adha 2025 Jadi Sorotan Nasional!
Tak sekadar teori, para peserta diajak terjun langsung dalam simulasi praktis—mulai dari registrasi akun, penerbitan sertifikat digital, hingga penandatanganan dokumen resmi seperti e-ijazah. Dalam hitungan jam, para kepala sekolah sudah mampu mengaplikasikan TTE untuk mempercepat proses administrasi, meminimalisir pemalsuan, dan memastikan keabsahan dokumen pendidikan.
Sukardin, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo KLU, menegaskan bahwa terobosan ini adalah lompatan besar menuju transformasi digital sektor pendidikan. “Dulu, menandatangani ijazah membutuhkan waktu berhari-hari. Kini, cukup satu klik! Ini bukan hanya efisien, tapi juga bukti kesiapan Lombok Utara menjawab tantangan era digital,” ujarnya dengan semangat.
Yang membuat pelatihan ini istimewa adalah dampak jangka panjangnya. Dengan TTE, sekolah-sekolah di Tanjung kini bisa memangkas biaya operasional, mengurangi penggunaan kertas, dan memperkuat keamanan data. Bahkan, Diskominfo sudah menyiapkan integrasi sistem TTE dengan platform SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), yang akan memudahkan pelaporan dan pengawasan secara real-time.
“Bayangkan, ijazah siswa tidak lagi bisa dipalsukan karena dilindungi kriptografi. Orang tua juga tak perlu khawatir dokumen hilang atau rusak, karena semua tersimpan rapi dalam bentuk digital,” tambah Sukardin.
Respons peserta pun luar biasa. Salah seorang kepala sekolah mengaku terkejut dengan kemudahan sistem ini. “Tadinya saya pikir rumit, ternyata hanya butuh gawai dan koneksi internet. Sekarang, saya bisa menandatangani surat resmi dari mana saja tanpa harus ke sekolah,” katanya sambil tersenyum.
Diskominfo KLU berjanji akan memperluas pelatihan serupa ke seluruh kecamatan, sekaligus menyediakan layanan helpdesk 24 jam untuk memastikan tidak ada kendala teknis. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah pusat untuk mendigitalisasi 100% layanan publik sebelum 2025.
“Ini baru awal. Kami tak akan berhenti sampai seluruh kepala sekolah dan instansi di Lombok Utara melek digital. Target berikutnya: membuat Tanjung menjadi contoh nasional untuk transformasi digital di bidang pendidikan,” tegas Sukardin.
Dengan inisiatif ini, Lombok Utara bukan hanya mengejar ketertinggalan, tetapi sedang memimpin perubahan!















