Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) meluncurkan gebrakan monumental untuk memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam mengenyam pendidikan. Gerakan Sapu Bersih Drop Out (Saber DO) digulirkan sebagai langkah nyata pemerintah menyelamatkan masa depan generasi muda.
Bupati KLU, Najmul Akhyar, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar wacana, melainkan aksi konkret untuk memutus rantai ketertinggalan pendidikan. “Kami tidak mau ada lagi anak-anak di KLU yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi, akses, atau kurangnya kesadaran,” tegasnya saat meluncurkan Saber DO di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Amor-Amor, Desa Gumantar.
BACA JUGA : KLU Luncurkan Program Pinjaman Modal 0% Bunga, Rp1 Miliar Siap Digulirkan untuk Petani dan Nelayan!
Data terbaru dari Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) KLU mengungkap fakta mengejutkan: 1.285 anak putus sekolah di jenjang SD dan SMP, sementara 315 lulusan SD serta 613 lulusan SMP tidak melanjutkan pendidikan. Lebih memilukan lagi, 924 anak bahkan belum pernah merasakan bangku sekolah sama sekali.
“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan nyawa-nyawa yang harus kita selamatkan. Setiap anak yang tidak sekolah adalah potensi terpendam bagi kemajuan KLU,” ujar Adenan, Kepala Dikbudpora KLU.
Gerakan Saber DO dirancang dengan pendekatan multifaset. Tim gabungan turun ke lapangan untuk memverifikasi data, mendatangi rumah-rumah, dan menggandeng seluruh elemen masyarakat—dari kepala desa, tokoh agama, hingga pemuda—untuk mengembalikan anak-anak ke sekolah.
“Kami tidak bekerja sendiri. Ini adalah gerakan kolaboratif. Setiap dusun, setiap RT, harus menjadi garda terdepan dalam memastikan anak-anak bisa belajar,” tambah Adenan.
Program ini juga menyasar akar masalah, seperti bantuan biaya pendidikan, pendampingan keluarga, dan sosialisasi pentingnya sekolah hingga jenjang tinggi. Bupati Najmul optimistis, dengan komitmen kuat ini, KLU akan mengalami lompatan signifikan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Pendidikan adalah pintu gerbang kemajuan. Jika hari ini kita serius memberantas putus sekolah, lima tahun ke depan KLU akan dipenuhi generasi yang siap memimpin perubahan,” tandasnya.
Masyarakat pun menyambut antusias. Seorang orang tua di Kayangan mengaku terbantu dengan adanya pendekatan door-to-door dari petugas. “Anak saya sempat berhenti sekolah karena kami tak mampu. Sekolah bilang ada bantuan, kami pun bersemangat lagi,” ujarnya.
Saber DO diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam memerangi ketertinggalan pendidikan. Lombok Utara membuktikan: tidak ada kata menyerah untuk masa depan anak bangsa!















