Aksi Solidaritas Polisi dan Warga Selamatkan Ratusan Sapi Terdampar di Pelabuhan Jelang Idul Adha

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Cuaca terik tak menyurutkan semangat para peternak asal Bima yang setia mendampingi ratusan ekor sapi mereka di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat. Hewan-hewan kurban itu terdampar dalam antrean panjang truk selama tiga hari, menunggu jadwal kapal penyeberangan ke Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha. Tantangan terbesar bukan hanya panasnya matahari, melainkan ketersediaan air minum bagi ternak yang terus menguras tenaga para pengawal.

BACA JUGA : Lombok Utara Siap Luncurkan Koperasi Desa Merah Putih dengan Dukungan Penuh APBD

banner 325x300

Dengan sigap, Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar bergerak cepat setelah menerima laporan penumpukan truk di dua titik: 105 unit di RTK Pelabuhan Gili Mas dan 32 unit di Terminal Segenter. Ipda Imran, Kapolsek setempat, langsung menggerakkan timnya berkoordinasi dengan Bagian Logistik Polres Lombok Barat. Hasilnya, satu truk tangki air berkapasitas 5.000 liter tiba di lokasi pukul 11.20 WITA, disambut suka cita peternak yang segera mengisi ember-ember mereka. “Kami tidak bisa berdiam melihat hewan-hewan ini kehausan di tengah cuaca ekstrem,” tegas Imran.

Tak hanya kepolisian, PT Pelindo Multi Terminal sebagai pengelola pelabuhan juga rutin menyuplai air bersih untuk truk-truk yang sudah masuk area. Kunto Wibisono, Branch Manager Pelindo, menjelaskan lonjakan pengiriman sapi jelang Idul Adha memang memicu antrean. “Kami terus koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi lancar,” ujarnya. Upaya serupa dilakukan Damkar Lombok Barat dan BPBD NTB yang telah mendistribusikan 1.500 liter air setelah menemukan 14 ekor sapi mati akibat dehidrasi.

Antusiasme peternak terlihat jelas saat air bersih mengalir. Mereka bergotong royong menciduk air ke dalam wadah, memastikan setiap sapi terhidrasi. Aksi kolaboratif ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menghadapi krisis kecil namun krusial. “Syukur ada bantuan dari polisi dan semua pihak. Sapi-sapi ini aset kami yang harus dijaga sampai tiba di Jawa,” ujar salah satu peternak sambil menyeka keringat.

Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar ratusan sapi, harapan untuk distribusi lancar semakin nyata. Kisah kepedulian di Pelabuhan Gili Mas ini pun menyebar di media sosial, diapresiasi netizen sebagai contoh indahnya kerja sama di tengah tantangan. Sambil menunggu jadwal kapal, para peternak kini bisa bernapas lega—tidak hanya untuk diri mereka, tapi juga untuk hewan-hewan yang menjadi bagian dari ibadah umat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *