Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) siap membuat terobosan monumental di sektor pariwisata dengan menggandeng PT Easybook Teknologi Indonesia untuk mengelola retribusi masuk kawasan wisata Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air). Langkah ini diprediksi bakal mengubah wajah pariwisata lokal sekaligus memaksimalkan pendapatan daerah yang selama ini bocor akibat sistem manual.
BACA JUGA : Anggota DPRD NTB Laporkan Warganet ke Polres Lombok Utara, Kuasa Hukum Siap Ajukan Praperadilan
Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresni Budi Astuti, mengungkapkan bahwa kerja sama strategis ini akan segera diresmikan melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 23 atau 24 April mendatang. “Ini adalah langkah besar untuk memastikan transparansi dan efisiensi. Pelabuhan Bangsal dan Trawangan sudah dikelola oleh UPP Pemenang dan Dinas Pariwisata Provinsi NTB bersama PT Easybook, kini giliran kami memperkuat sistem digital ini,” tegas Dende dengan penuh semangat.
Dengan teknologi mutakhir dari PT Easybook, seluruh wisatawan yang masuk ke Tiga Gili akan terdata secara real-time dalam satu jaringan terintegrasi. Sistem ini tidak hanya mempermudah pengawasan, tetapi juga memastikan setiap rupiah retribusi masuk tepat sasaran. “Kami minta mereka menyiapkan sistem yang terkoneksi langsung dengan operator dinas. Jadi, jumlah kunjungan bisa dipantau harian melalui link khusus, dan retribusi yang masuk tinggal disesuaikan,” jelas Dende.
Dasar hukum pengelolaan retribusi ini telah kuat, mengacu pada Peraturan Bupati KLU Nomor 16 Tahun 2024 dan Perda Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Tarifnya pun terjangkau: Rp10.000 untuk wisatawan domestik dan Rp20.000 untuk wisatawan mancanegara. Yang paling menggembirakan, seluruh hasil retribusi akan langsung disetor ke kas negara tanpa potongan. PT Easybook hanya akan menerima fee berupa persentase tertentu dari realisasi pendapatan bruto yang telah dianggarkan melalui APBD.
Targetnya? Rp8,5 miliar di tahun 2025! Angka yang fantastis, tapi sangat mungkin dicapai mengingat tahun lalu realisasi retribusi menyentuh 90% dari target Rp6,5 miliar. “Kami optimis, dengan sistem digital ini, kebocoran bisa diminimalisir dan pendapatan akan melonjak signifikan,” tandas Dende penuh keyakinan.
Inilah era baru pariwisata Lombok Utara—transparan, efisien, dan mendunia! Bersiaplah menyaksikan Tiga Gili melesat sebagai destinasi premium dengan tata kelola berkelas internasional.















