Berita  

Mantan TKI Asal Mataram Dideportasi Saat Berangkat Haji, Keluarga Tetap Sabar Menanti Kepulangan

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Perjalanan ibadah haji Sandri Mursidin (45), warga Mapak, Kelurahan Jempong Baru, Kota Mataram, harus berakhir di Bandara Madinah. Pria yang tergabung dalam Kloter 3 asal Mataram itu dideportasi otoritas Arab Saudi karena tercatat dalam daftar hitam imigrasi setempat.

Sandri, yang pernah bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada 2019, diketahui pernah melarikan diri dari majikannya di Arab Saudi. Akibatnya, ia dilarang masuk ke negara tersebut selama 10 tahun. Kebijakan ketat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuatnya gagal melanjutkan perjalanan haji.

banner 325x300

BACA JUGA : Kasus Korupsi NTB Convention Center, Kejati NTB Kembangkan Penyidikan, TGB Diperiksa untuk Kedua Kalinya

Irawan Rahadi, Pendamping Haji Daerah (PHD) Kota Mataram, menjelaskan bahwa Sandri terdeteksi saat pemeriksaan dokumen di Bandara Madinah. “Kami berusaha mendampingi, tetapi otoritas setempat tidak mengizinkan karena statusnya masih dalam masa hukuman imigrasi,” ujarnya.

Sandri langsung diisolasi dan dipulangkan ke Indonesia. Petugas haji di Arab Saudi berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram untuk memastikan kepulangannya. “Alhamdulillah, beliau sudah didampingi petugas kami dan akan diserahkan kepada keluarga di Bandara Lombok,” kata H. Kasmi, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Mataram.

Keluarga Sandri menyambut kabar tersebut dengan sikap tenang. Mereka memahami bahwa aturan imigrasi Arab Saudi sangat ketat, terutama bagi mantan TKI yang pernah bermasalah. “Kami hanya berdoa semoga dia segera pulang dengan selamat,” kata salah seorang kerabat.

Meski kejadian ini mengejutkan, Kemenag Mataram memastikan bahwa 221 jemaah lainnya dari kloter yang sama telah lolos pemeriksaan visa dan siap berangkat. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi untuk meminimalisir kendala serupa di masa mendatang.

Kisah Sandri menjadi pengingat bagi calon jemaah haji untuk memastikan kelengkapan dokumen dan rekam jejak imigrasi sebelum berangkat. Meski tak bisa menunaikan haji tahun ini, keluarga berharap Sandri tetap diberi kesabaran dan kesempatan lain di masa depan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *