Tanjungtv.com – Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis data terbaru yang menunjukkan perkembangan positif di pasar kerja provinsi ini. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025, jumlah angkatan kerja di NTB mencapai 3,19 juta orang, meningkat 160.280 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini diiringi dengan kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 2,53 persen poin, menandakan semakin banyaknya penduduk usia produktif yang aktif berkontribusi dalam perekonomian.
BACA JUGA : Kejaksaan Tinggi NTB Perkuat Bukti Kasus Dugaan Korupsi Pengelolaan Air di Gili Trawangan
Kabar menggembirakan datang dari penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mencapai 3,22 persen, lebih rendah 0,08 persen poin dibanding Februari 2024. “Ini menunjukkan bahwa upaya penyerapan tenaga kerja berjalan baik meskipun tantangan masih ada,” ujar Kepala BPS NTB Wahyuddin.
Sektor Perdagangan dan Jasa Pimpin Penciptaan Lapangan Kerja
Lapangan usaha yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah perdagangan besar dan eceran, serta reparasi kendaraan bermotor, dengan penambahan 75.920 pekerja. Sektor ini terus menjadi tulang punggung perekonomian NTB, menyerap tenaga kerja dari berbagai latar belakang keterampilan.
Selain itu, proporsi pekerja di sektor formal juga mengalami kenaikan menjadi 28,20 persen, atau setara dengan 870.880 orang. Meski demikian, pekerja informal masih dominan dengan porsi 71,80 persen, mencerminkan perlunya penguatan program formalisasi usaha skala kecil.
Perempuan Makin Aktif di Dunia Kerja
Data BPS NTB juga mengungkapkan peningkatan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja. TPAK perempuan naik 3,25 persen poin menjadi 66,63 persen, sementara laki-laki bertambah 1,77 persen poin menjadi 86,41 persen. “Ini tren positif yang perlu didukung dengan kebijakan ramah gender, seperti fleksibilitas kerja dan pelatihan keterampilan,” tambah Wahyuddin.
Dinamika Status Pekerjaan dan Tantangan ke Depan
Mayoritas penduduk bekerja berstatus buruh/karyawan (26,66 persen), diikuti oleh pekerja mandiri. Namun, ada penurunan signifikan pada pekerja bebas di sektor pertanian, mengindikasikan pergeseran struktur ekonomi.
Di sisi lain, persentase setengah pengangguran (underemployment) dan pekerja paruh waktu mengalami kenaikan. Hal ini menjadi catatan bagi pemangku kebijakan untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih stabil dan berkualitas.
Proyeksi Optimis dengan Peningkatan Jumlah Penduduk Usia Kerja
Penduduk Usia Kerja (PUK) NTB pada Februari 2025 mencapai 4,17 juta orang, tumbuh 73.790 orang dibanding tahun sebelumnya. Dengan TPAK yang terus merangkak naik (76,50 persen), peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi SDM semakin terbuka.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat memperkuat daya saing tenaga kerja NTB,” pungkas Wahyuddin. Data ini menjadi sinyal positif bagi investasi dan pengembangan program pelatihan vokasi di provinsi yang dikenal dengan keindahan alam dan budaya tersebut.















