Berita  

RAHASIA MEMATIKAN DI BALIK KEMATIAN MENDADAK, 3 PENYAKIT SILENT KILLER YANG MENGINTAI ORANG SEHAT TANPA DISADARI!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Kematian mendadak akibat serangan jantung sering kali datang seperti tamu tak diundang—tanpa gejala, tanpa peringatan, dan bisa menyerang siapa saja, bahkan mereka yang terlihat bugar dan aktif. Dr. Makhyan Jibril Al-Farabi, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, membeberkan tiga penyakit utama yang menjadi biang keladi di balik tragedi ini: diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Kombinasi mematikan ini sering tidak terdeteksi hingga akhirnya merenggut nyawa secara tiba-tiba.

BACA JUGA : Lombok Utara Bangun Tembok Pertahanan Bencana, Klaster Logistik Jadi Garda Terdepan

banner 325x300
  1. Diabetes Melitus: Pembunuh Senyap yang Merusak Pembuluh Darah
    Penyakit gula darah ini bekerja diam-diam, menggerogoti pembuluh darah jantung tanpa disadari. Jika tidak dikendalikan, diabetes mempercepat aterosklerosis—penumpukan plak di arteri koroner yang bisa memicu serangan jantung fatal.

“Jika ada riwayat diabetes dalam keluarga, risiko Anda meningkat. Mulai batasi gula, terutama dari minuman kemasan yang sering jadi sumber gula tersembunyi,” tegas dr. Jibril.

  1. Hipertensi: Bom Waktu yang Memaksa Jantung Bekerja Lebih Keras
    Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja ekstra keras, mempercepat kerusakan pembuluh darah. Kombinasi hipertensi yang tidak terkontrol dengan stres atau aktivitas berat bisa memicu serangan jantung mendadak—terutama jika pembuluh darah sudah 80% tersumbat.

“Saat stres meledak, pembuluh darah yang sudah sempit bisa menutup total. Di situlah serangan jantung terjadi,” paparnya.

  1. Dislipidemia: Kolesterol Tinggi yang Menyumbat Jantung Tanpa Gejala
    Kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi memicu pembentukan plak penyumbat aliran darah ke jantung. Bahayanya, kondisi ini sering tidak bergejala hingga akhirnya menyebabkan serangan fatal.

“Pemeriksaan rutin seperti treadmill test atau CT scan jantung bisa mendeteksi sumbatan sebelum terlambat,” jelas dr. Jibril.

Tanda Peringatan yang Sering Diabaikan
Meski disebut “mendadak”, serangan jantung kadang memberi sinyal halus seperti:

Nyeri dada menjalar ke lengan kiri

Keringat dingin tanpa sebab

Rasa lemas ekstrem setelah beraktivitas

“Di usia 30+, waspadalah! Plak pembuluh darah mulai terbentuk di fase ini,” tegasnya.

Langkah Penyelamatan: Ubah Gaya Hidup Sekarang Juga!
Dr. Jibril menekankan tiga kunci pencegahan:

Berhenti merokok – Merusak pembuluh darah secara perlahan.

Kelola stres – Emosi tak terkendali bisa memicu serangan.

Cek kesehatan berkala – Deteksi dini menyelamatkan nyawa.

“Minimalkan faktor risiko, dan Anda akan jauh dari ancaman serangan jantung,” tutupnya.

Jangan tunggu sampai terlambat! Kenali risiko, lakukan pencegahan, dan selamatkan diri dari silent killer yang mengintai!

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *