Lombok Utara Siaga Maksimal! Wabup Kusmalahadi Ungkap 11 Ancaman Bencana yang Harus Diwaspadai – Ini Langkah Strategisnya!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak main-main dalam kesiapsiagaan bencana. Dalam Sosialisasi Klaster Logistik Penanggulangan Bencana yang digelar di Utara Point (8/5), Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., secara tegas mengungkap fakta mengejutkan: “KLU memiliki 11 jenis potensi bencana dengan tingkat risiko berbeda, dari tinggi hingga rendah!”

BACA JUGA : Kejati NTB Ungkap Kerugian Negara Miliaran Rupiah dari Sewa Ilegal Lahan Eks Gili Trawangan, Langkah Tegas Pemulihan Aset Daerah Digeber!

banner 325x300

Acara yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD KLU) bersama NGO Siap Siaga ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah antisipatif menghadapi ancaman nyata. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Forkopimda KLU, kepala OPD, relawan bencana, dan berbagai pihak terkait, menunjukkan keseriusan KLU dalam membangun ketangguhan bencana.

11 Potensi Bencana di KLU yang Harus Diwaspadai
Wabup Kusmalahadi memaparkan, 11 ancaman bencana tersebut meliputi:

Gempa bumi (risiko tinggi, mengingat KLU berada di zona rawan seismik)

Tsunami (potensi mengikuti gempa besar)

Tanah longsor (terutama di wilayah perbukitan)

Banjir bandang (musim hujan menjadi pemicu)

Kekeringan (beberapa daerah rawan saat musim kemarau panjang)

Kebakaran hutan & lahan (ancaman di daerah kering)

Angin kencang & puting beliung (fenomena cuaca ekstrem)

Gelombang tinggi & abrasi pantai (mengancam wilayah pesisir)

Erupsi gunung api (meski tidak ada gunung aktif di KLU, dampak dari Lombok Tengah bisa berpengaruh)

Wabah penyakit (pascabencana)

Krisis pangan & logistik (jika distribusi terganggu saat bencana)

Klaster Logistik: Solusi Cepat Tangani Darurat
Merespons ancaman multidimensi ini, Klaster Logistik Penanggulangan Bencana dibentuk untuk memperkuat koordinasi dan kecepatan respons. “80% keberhasilan penanganan bencana bergantung pada logistik!” tegas Kalaksa BPBD KLU, M. Zaldy Rahadian, ST.

Narasumber ahli, Anggraeni Puspitasari (Direktur Siap Siaga Provinsi NTB) dan Yus Rizal Dcm (BNPB RI), menekankan pentingnya sistem distribusi logistik yang terintegrasi, sehingga bantuan bisa sampai tepat waktu tanpa hambatan birokrasi.

Komitmen KLU: Dari Wacana ke Aksi Nyata
Wabup Kusmalahadi menegaskan, “Kita tidak boleh lengah. Setiap detik berarti saat bencana datang. Dengan klaster logistik, kita pastikan bantuan cepat sampai, korban tertangani, dan pemulihan berjalan optimal.”

Dengan sosialisasi ini, KLU membuktikan diri sebagai daerah yang proaktif, bukan reaktif, dalam menghadapi bencana. “Bersama kita kuat, siap hadapi segala ancaman!” tutup Wabup penuh semangat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *