Tanjungtv.com – Keberangkatan jamaah calon haji (JCH) Kota Mataram tahun ini menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang sejarah haji di NTB. Meski sempat dihantui ketidakpastian visa dan berbagai kendala teknis, akhirnya seluruh jamaah reguler berhasil diberangkatkan dengan penuh kebahagiaan. Kemenag Kota Mataram pun menyampaikan permohonan maaf atas segala ketidaknyamanan yang terjadi, sambil memastikan bahwa seluruh upaya telah dikerahkan untuk memastikan keberangkatan berjalan lancar.
Kepala Kemenag Kota Mataram, H Hamdun, dengan penuh haru melepas keberangkatan kloter 9 yang terdiri dari gabungan jamaah Kota Mataram dan Lombok Barat. Sebanyak 306 jamaah asal Mataram dan 80 jamaah dari Lombok Barat berhasil terbang bersama, lengkap dengan petugas pendamping, menjadikan total penumpang pesawat mencapai 393 orang. “Ini adalah perjalanan bersejarah,” ujar Hamdun dengan nada bangga.
Persiapan haji tahun ini disebut memiliki tantangan lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, justru di tengah kesulitan itulah tercipta kisah kebersamaan yang tak terlupakan. Hamdun meminta seluruh jamaah untuk tetap menjaga kesehatan, saling mendukung, dan memastikan koordinasi berjalan baik. “Saya sudah mengecek satu per satu, semoga perjalanan ini lancar hingga hari akbar nanti,” tambahnya penuh keyakinan.
Sebelum berangkat ke Tanah Suci pada Senin (12/5), seluruh jamaah diminta menyelesaikan administrasi dengan tertib di Asrama Haji Loang Baloq. Petugas pun siap mendampingi hingga proses terakhir. “Siang ini semua harus selesai, tinggal berangkat dengan hati tenang,” pesan Hamdun.
Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, turut memberikan pesan mendalam kepada para jamaah. Dia mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya tentang fisik, tetapi juga kesiapan mental, kesabaran, dan keikhlasan. “Lepaskan semua beban duniawi, jadikan perjalanan ini sebagai momen untuk saling menguatkan. Yang muda bantu yang tua, jadilah satu keluarga besar,” ujarnya penuh semangat.
Dengan visa dan manifest yang sudah lengkap, tidak ada lagi hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, Wali Kota tetap meminta jajaran Kemenag memastikan kenyamanan jamaah hingga detik terakhir. “Semua administrasi sudah clear, tapi kami ingin memastikan tidak ada lagi kegelisahan di hati jamaah,” tegasnya.
Kini, perjalanan spiritual jamaah haji Mataram telah dimulai. Sebuah kisah perjuangan yang penuh liku, tetapi berakhir dengan kebahagiaan dan harapan akan haji yang mabrur.















