Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) digemparkan oleh lonjakan kasus bunuh diri yang mencapai angka mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tercatat 15 nyawa melayang akibat aksi nekat mengakhiri hidup. Data mengejutkan ini diungkap oleh Sekretaris Dinas Kesehatan KLU, Shofan Ardianto, yang menyebut bahwa sebelas kasus di antaranya telah diidentifikasi.
BACA JUGA : Luar Biasa! PAD Lombok Utara Tembus Rp52 Miliar di Awal 2025, Pajak Hotel dan Restoran Jadi Andalan
Yang paling mencengangkan, seluruh korban dinyatakan sehat secara mental sebelum melakukan tindakan fatal. “Tidak ada riwayat gangguan jiwa, semua dalam kondisi sehat,” tegas Shofan. Fakta ini memantik pertanyaan besar: apa yang mendorong seseorang dengan pikiran waras memilih jalan pintas begitu cepat?
Shofan menduga ada faktor eksternal yang belum terungkap. “Ini perlu pendalaman lebih serius. Mungkin ada pemicu lain yang membuat keputusan mereka begitu impulsif,” tambahnya. Pemerintah daerah pun mulai bergerak dengan membentuk Tim Pembinaan Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM). Sayangnya, upaya sosialisasi baru dilakukan sekali setahun—frekuensi yang dinilai belum cukup untuk menekan angka tragedi ini.
Kapolres KLU AKBP Agus Purwanta membeberkan pola miris di balik kasus-kasus tersebut. Mayoritas korban terjerat masalah ekonomi, seperti utang atau kecanduan judi online. Sebagian lain menjadi korban ketidakpedulian keluarga. “Mereka merasa tak didengar, lalu memilih jalan akhir,” ujarnya.
Dari 15 kasus, Kecamatan Tanjung menjadi wilayah paling rawan dengan lima laporan, disusul Gangga dengan empat kasus. Lonjakan ini memaksa semua pihak untuk bergerak cepat sebelum daftar korban semakin panjang. Masyarakat pun diimbau untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar—siapa tahu, satu perhatian kecil bisa menyelamatkan satu nyawa















