Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi sorotan setelah tiga pimpinan DPRD setempat dipastikan mendapatkan mobil dinas baru tahun ini. Ketua DPRD KLU Agus Jasmani, Wakil Ketua I Hakamah, dan Wakil Ketua II I Made Kariyasa akan segera menikmati kendaraan dinas mewah, dengan anggaran fantastis mencapai Rp2 miliar dari APBD.
BACA JUGA : Harga Rumah Subsidi 2025 Tetap Rp185 Juta, Tapi Minat Beli di NTB Turun Drastis
Mobil dinas ini menjadi pembahasan hangat lantaran kendaraan sebelumnya telah habis masa pakainya—dua unit ditebus oleh pimpinan periode lalu, sementara satu unit lainnya dilelang karena pemegang jabatan sebelumnya tidak memenuhi syarat kepemilikan. Wakil Ketua I DPRD KLU, Hakamah, mengungkapkan bahwa sejak dilantik, mereka hanya mengandalkan tunjangan transportasi karena tidak ada kendaraan dinas yang tersedia.
“Kami memang butuh kendaraan dinas untuk mendukung tugas-tugas resmi. Namun, kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Jika ada, kami gunakan. Jika tidak, ya pakai mobil pribadi,” kata Hakamah.
Syarat kepemilikan mobil dinas bagi pimpinan DPRD ternyata cukup ketat. Mereka harus memiliki masa jabatan minimal empat tahun, tidak pernah membeli kendaraan dinas secara pribadi tanpa lelang, bebas dari kasus pidana berat, dan tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat. Persyaratan ini membuat beberapa pimpinan periode sebelumnya bisa membeli mobil dinas bekas pakai mereka, sementara yang lain terpaksa melepasnya.
Sekretaris DPRD KLU, Raden Eka Asmarahadi, memastikan bahwa pengadaan mobil dinas baru ini telah masuk dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan akan diproses melalui sistem katalog. “Kemungkinan besar, mobil yang dipilih adalah Toyota Fortuner,” ujarnya.
Keputusan ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian mendukung karena dianggap sebagai kebutuhan operasional, sementara yang lain mempertanyakan urgensi pengadaan mobil mewah di tengau situasi ekonomi yang masih berjuang pulih. Namun, DPRD KLU menegaskan bahwa langkah ini sesuai aturan dan bertujuan untuk meningkatkan kinerja lembaga.
Kini, semua mata tertuju pada realisasi pengadaan mobil dinas tersebut. Apakah benar-benar akan menggunakan Fortuner? Atau ada varian lain yang lebih ekonomis? Simak terus perkembangannya!















