Harga Jagung Lombok Utara Tembus Rp5.000/kg, Petani Tetap Semangat Dukung Swasembada Pangan Nasional!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menjadi sorotan setelah harga jagung di tingkat petani dilaporkan hanya mencapai Rp5.000 per kilogram. Meski terbilang rendah, semangat petani dan dukungan pemerintah daerah justru semakin menguat untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA : Lombok Utara Bangun Islamic Center Megah, Pusat Ibadah hingga Pemberdayaan Umat Terintegrasi

banner 325x300

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi, membenarkan bahwa harga jagung saat ini memang berada di kisaran Rp5.000/kg. Menurutnya, petani menjual hasil panen kepada pengepul karena keterbatasan akses pemasaran langsung. “Kami akui harganya belum ideal, tapi petani tetap bergairah karena panen kali ini sangat melimpah,” ujarnya.

Tresnahadi menjelaskan, salah satu kendala utama adalah kadar air jagung yang belum memenuhi standar Bulog, yakni maksimal 14%. Hal ini membuat Bulog belum bisa menyerap langsung hasil panen petani KLU. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mencari solusi, termasuk mendorong kerja sama dengan industri pengolahan jagung lokal.

Panen raya jagung di KLU baru saja digelar secara serentak di Polsek Gangga, Kamis (5/6) lalu. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari petani, penyuluh pertanian, hingga perwakilan TNI-Polri. Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, menyebut momen ini sebagai bukti nyata kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan Presiden Jokowi.

“Panen jagung di KLU bukan sekadar urusan produksi, tapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama menghadapi tantangan pascapanen. Mulai dari pengolahan, pemasaran, hingga peningkatan nilai tambah bagi petani,” tegas Agus.

Meski harga sedang tidak bersahabat, optimisme tetap terpancar dari wajah para petani. Hasil panen jagung di KLU dinilai sangat vital bagi pencapaian target swasembada pangan nasional. Tresnahadi menambahkan, pihaknya akan terus mendorong inovasi pascapanen, termasuk pelatihan pengolahan jagung menjadi produk bernilai tinggi seperti tepung maizena atau pakan ternak.

“Kami apresiasi kerja keras petani dan semua pihak yang terlibat. Ini adalah bagian dari komitmen kita mewujudkan Asta Cita Presiden, khususnya di bidang ketahanan pangan,” pungkasnya.

Dengan semangat gotong royong yang kuat, petani KLU membuktikan bahwa tantangan harga bukanlah penghalang untuk terus berkontribusi pada kemandirian pangan Indonesia. Pemerintah setempat berjanji akan memperkuat pendampingan agar petani bisa lebih mandiri dalam mengelola hasil panen di masa mendatang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *