Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) sedang bersiap menyambut wajah baru Taman Kota Tanjung yang bakal menjadi ikon kebanggaan masyarakat. Proyek penataan taman ini telah dimulai dengan semangat tinggi, menandai babak baru ruang publik yang lebih estetis dan fungsional. Pemerintah Daerah (Pemda) KLU memastikan pembangunan berjalan lancar, dengan fokus utama pada penataan plaza depan yang akan menjadi pusat perhatian.
BACA JUGA : Nasib Pengurus TPS 3R di Lombok Utara Terkatung-Katung, Dana Stimulan Mandek Gara-Gara Salah Kode!
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di sekitar lokasi telah direlokasi secara bertahap ke bagian tengah lapangan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan proses pembangunan tidak terganggu sekaligus memberikan kenyamanan sementara bagi para pedagang. Pemda KLU berkomitmen menyediakan lokasi relokasi permanen yang lebih layak, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa hambatan.
Rangga Wijaya, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR-PKP KLU, membeberkan rencana megah di balik proyek ini. Plaza depan akan dihiasi gapura megah setinggi sembilan meter dengan tulisan “Alun-alun Dayan Gunung”, menegaskan identitas budaya lokal. Tak hanya itu, area tersebut akan dilengkapi dengan tangga masuk yang lapang serta taman kurma eksotis—sebuah sentuhan unik yang membedakannya dari taman kota lain di Nusa Tenggara Barat.
“Kami ingin menciptakan ruang publik yang tidak hanya indah, tetapi juga nyaman bagi semua kalangan. Lighting artistik akan mempercantik suasana malam, menjadikannya destinasi favorit keluarga,” tegas Rangga.
Di bagian tengah taman, akan dibangun berbagai fasilitas rekreasi, mulai dari area bermain anak hingga ruang berkumpul yang luas. Desainnya dipastikan terbuka dan inklusif, memungkinkan pengunjung menikmati suasana alam sambil berinteraksi sosial.
Sementara itu, Kasatpol PP KLU Totok Surya Saputra menjelaskan bahwa relokasi PKL dilakukan secara bertahap. Pedagang yang lokasinya terdampak tahap pertama telah dipindahkan, sementara yang berada di zona tahap kedua masih diperbolehkan berjualan sambil menunggu giliran penataan. “Kami mengutamakan dialog agar tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Totok.
Proyek ini dinilai sebagai langkah progresif Pemda KLU dalam meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau. Kehadiran Taman Kota Tanjung yang baru diharapkan tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat yang memacu produktivitas dan kebahagiaan warga.
Serba-Serbi Peringatan Hari Bhayangkara Ke-79 di Lombok Utara
Selain pembangunan taman, Lombok Utara juga memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79 dengan berbagai kegiatan positif. Acara yang melibatkan polisi dan masyarakat ini semakin mempererat sinergi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban wilayah.















