Tanjungtv.com – Siang itu, panas terik tak menyurutkan langkah sejumlah personel Polsek Kayangan, Lombok Utara. Keringat bercucuran deras membasahi seragam mereka yang tengah asyik menyekop pasir, mengangkut material, hingga membersihkan lokasi pembangunan. Bukan sedang bertugas mengamankan kerusuhan atau mengejar penjahat—melainkan turun langsung membantu warga membangun Masjid Baytul Mukhlisin di Dusun Tukak Bendu.
BACA JUGA : Pesona Baru Taman Kota Tanjung, Transformasi Spektakuler yang Siap Memikat Warga Lombok Utara!
“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga bagian dari mereka,” ujar Kapolsek Kayangan, Iptu Zainuddin, sambil menyeka keringat yang terus mengalir. Kegiatan gotong royong ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79, yang diisi dengan berbagai aksi bakti sosial, termasuk bakti religi membantu pembangunan tempat ibadah.
Tak sekadar simbolis, polisi-polisi ini benar-benar terjun langsung seperti tukang bangunan profesional. Ada yang memindahkan batu bata, mencampur semen, hingga membersihkan puing-puing material sisa konstruksi. Warga setempat pun menyambut hangat kedatangan mereka. “Ini bukti nyata kepedulian Polri. Mereka tidak cuma datang saat ada masalah, tapi juga ikut membangun desa,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, menjelaskan bahwa selain bakti religi, jajarannya juga menggelar donor darah dan bakti kesehatan sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kami ingin stok darah di Lombok Utara selalu tercukupi, sekaligus mempererat hubungan dengan warga,” tegasnya.
Aksi polisi jadi “tukang bangunan” ini viral di media sosial. Netizen memuji langkah nyata ini, menyebutnya sebagai contoh baik sinergi antara aparat dan masyarakat. “Salut! Polisi zaman sekarang tidak cuma tegas, tapi juga humanis,” tulis salah satu warganet.
Bagi anggota Polsek Kayangan, kerja bakti ini bukan sekadar tugas—melainkan ladang amal. “Ini cara kami bersyukur sekaligus berbagi dengan warga yang selama ini mendukung tugas kami,” tutur Zainuddin. Di balik seragam basah kuyup, tersimpan senyum kepuasan melihat masjid yang mereka bantu perlahan mulai berdiri.
Tak perlu gimmick heroik atau drama berlebihan—aksi sederhana ini justru meninggalkan kesan mendalam. Polisi tidak lagi dilihat sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sahabat masyarakat yang siap mengulurkan tangan kapan pun dibutuhkan.















