Tanjungtv.com – Di tengah suasana Retret Kepemimpinan Nasional di Kampus IPDN Manglayang, suara dari daerah paling utara Pulau Lombok, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, memanfaatkan momentum langka untuk “menggugat” langsung kebijakan pusat di hadapan Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Keuangan, dan Kepala Bappenas, Kamis (26/6).
Tak sekadar seremoni, pertemuan itu berubah menjadi ruang diskusi strategis yang membongkar akar masalah pembangunan KLU yang stagnan. Isu kemiskinan, infrastruktur terbengkalai, hingga status abu-abu 3 Gili (Trawangan, Meno, Air) yang selama ini menjadi primadona pariwisata nasional tapi tak kunjung jelas arah pengelolaannya, menjadi sorotan utama.
“Bayangkan, 3 Gili kami ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, tapi di sisi lain jadi kawasan konservasi. Kami di daerah bingung harus ikut aturan siapa,” tegas Najmul di hadapan para pejabat tinggi negara.
Lebih jauh, ia mengungkap betapa angka kemiskinan sulit ditekan karena indikator hunian warga yang rendah. “Kami tidak dapat dana khusus pasca tanggap darurat untuk perbaikan rumah. Akibatnya, banyak rumah tidak layak huni, dan itu menahan indikator penurunan kemiskinan,” sambungnya.
Sorotan itu langsung menarik perhatian Wakil Menteri dan Kepala Bappenas yang berjanji membuka ruang diskusi lanjutan. Bupati pun mengajak seluruh jajaran OPD di KLU untuk menindaklanjuti momen ini menjadi aksi nyata.
Tak hanya pulang membawa gagasan dan perhatian pusat, Bupati Lombok Utara juga dianugerahi gelar Alumni Kehormatan IPDN, menandai babak baru perannya sebagai penghubung aspirasi daerah ke tingkat nasional.
Kami tak minta keistimewaan, tapi minta keadilan anggaran dan kejelasan status agar kami bisa bekerja maksimal untuk rakyat,” pungkas Bupati.















