Aksi Mesum Bule di Pantai Kuta Mandalika Viral, Cederai Pariwisata Halal, Masyarakat Geram.

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Lombok Tengah kembali diguncang dengan sebuah insiden yang mencederai pariwisata halal di wilayah tersebut. Sebuah video viral memperlihatkan aksi tak senonoh yang diduga dilakukan oleh dua pasangan bule di Pantai Kuta, Kecamatan Pujut. Aksi mesum ini pertama kali diposting oleh akun Facebook @Ola Squarpants dan langsung menyedot perhatian masyarakat luas. Video tersebut dengan cepat ditonton oleh ratusan orang dan dibagikan ribuan kali, memicu kemarahan publik di media sosial.

Ketua Umum Blok Pujut, Rata Wijaya, memberikan tanggapannya dengan keras terkait beredarnya video tersebut. Ia menyebut bahwa tindakan tak pantas itu sangat mencederai citra pariwisata Lombok yang selama ini dijaga dengan ketat, terutama dengan tagline “Wisata Halal” yang telah menjadi identitas kawasan Mandalika. “Beredarnya video pasangan bule ini sangat mencederai pariwisata Lombok. Kami minta aparat segera menindak tegas pelakunya, karena ini mencoreng nama baik kawasan wisata halal kita,” tegasnya saat dihubungi oleh Radar Lombok, Selasa (1/10).

banner 325x300

Lebih lanjut, Rata Wijaya menyoroti bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat setempat, baik dari segi adat, budaya, hingga agama. Ia mengkhawatirkan, jika masalah ini tidak segera ditangani oleh pihak berwenang, dikhawatirkan akan timbul aksi main hakim sendiri dari masyarakat yang marah. “Kita berada di Bumi Seribu Masjid, dengan norma yang kuat. Ini sangat mencoreng citra kita. Kalau aparat hukum tidak segera bertindak, maka lebih baik destinasi Mandalika ditutup sementara daripada mencoreng lebih dalam wisata halal kita,” tambahnya.

Kemarahan masyarakat Lombok terhadap aksi tak senonoh ini semakin memanas. Banyak warga yang mengutarakan kekhawatiran bahwa insiden serupa akan terulang kembali jika tidak ada langkah tegas dari pihak keamanan. Norma adat, budaya, dan agama di Lombok telah lama dijunjung tinggi, terutama di wilayah yang dikenal dengan pariwisata halal seperti Mandalika. Sehingga, aksi semacam ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap identitas lokal.

Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Iwan Hidayat, merespon cepat kabar viral ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan terkait kebenaran video tersebut. Pihak kepolisian masih memeriksa apakah aksi mesum tersebut benar-benar terjadi di Pantai Kuta, Mandalika. “Kami sedang melakukan pengecekan di lapangan. Jika benar terjadi di Pantai Kuta, maka kami akan segera mengambil tindakan tegas terhadap pasangan bule tersebut,” ungkap AKBP Iwan Hidayat.

Kapolres juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan di luar hukum. Ia memastikan bahwa pihak kepolisian akan memproses kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. “Kami sudah perintahkan tim Reskrim Polres Lombok Tengah dan sektor Mandalika untuk mencari tahu siapa pasangan bule itu. Jika terbukti, mereka akan diproses sesuai hukum. Mari kita jaga bersama Lombok Tengah agar tetap bermartabat dan berharga diri,” tambah Kapolres.

Insiden ini tidak hanya mencoreng citra pariwisata Lombok, namun juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat lokal yang selama ini berusaha menjaga adat dan budaya mereka. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak cepat untuk mencegah hal serupa terjadi di masa depan.

Di media sosial, kecaman terus berdatangan dari berbagai kalangan. Banyak pengguna Facebook dan Twitter yang menyuarakan keprihatinan mereka atas kurangnya pengawasan di kawasan wisata tersebut. Beberapa warganet bahkan menyerukan aksi boikot terhadap wisatawan yang tidak menghormati budaya dan norma setempat.

Kasus ini kembali menegaskan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara mempromosikan pariwisata dan tetap menghormati norma-norma lokal. Bagi masyarakat Lombok, terutama di kawasan Mandalika yang menjadi sorotan dunia, menjaga citra wisata halal merupakan prioritas. Mereka berharap bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang, dan pihak berwenang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan yang datang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *