Tanjungtv.com – Balapan utama MotoGP Mandalika 2025 menjadi ajang pembuktian bahwa strategi dan ketenangan mental sering kali lebih menentukan dibanding kecepatan semata. Pembalap muda Fermín Aldeguer dari BK8 Gresini Racing tampil luar biasa di tengah tekanan suhu lintasan yang tinggi dan insiden beruntun yang mewarnai jalannya balapan, Minggu (5/10/2025).
Dalam 27 lap penuh adrenalin, Aldeguer mencatatkan waktu 41 menit 07,651 detik, sekaligus memastikan dirinya sebagai penguasa baru Sirkuit Internasional Mandalika. Di belakangnya, Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) finis di posisi kedua, tertinggal 6,987 detik, sementara rekan setim Aldeguer, Alex Márquez, melengkapi podium di posisi ketiga dengan performa yang stabil dan terukur.
Namun kemenangan ini tidak datang tanpa ujian. Sejak lap pertama, drama besar terjadi di tikungan ketujuh Marc Márquez (Ducati Lenovo Team) dan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) terjatuh setelah bersenggolan. Keduanya gagal melanjutkan lomba, meninggalkan tensi tinggi di antara para pembalap yang tersisa.
Di tengah situasi itu, Aldeguer menunjukkan kedewasaan balap di luar usianya. Ia tidak terjebak dalam ambisi start cepat, melainkan menjaga ritme mesin dan memanfaatkan momentum saat pesaingnya mulai kehilangan grip akibat temperatur aspal yang mendekati 60 derajat Celsius.
“Balapan ini bukan hanya soal kecepatan, tapi soal menjaga konsentrasi. Mandalika selalu menguji mental,” ujar Aldeguer dalam wawancara usai race.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa generasi muda MotoGP mulai menggeser dominasi nama-nama besar. Aldeguer dan Acosta sama-sama menunjukkan kemampuan membaca situasi lintasan dengan presisi taktis, sesuatu yang menjadi nilai penting di tengah karakter Mandalika yang menuntut keseimbangan antara agresi dan kontrol.
Sirkuit Mandalika kembali membuktikan diri sebagai panggung penuh kejutan tempat di mana cuaca ekstrem, tekanan publik, dan strategi balap berpadu menghasilkan drama tak terduga di setiap tikungan.















