Tanjungtv.com – Askab PSSI Lombok Utara (KLU) sedang menorehkan sejarah baru dengan menyelenggarakan tiga open turnamen sepak bola secara serentak di Kecamatan Bayan, Kayangan, dan Gangga. Langkah ini dinilai sebagai terobosan besar dalam mengakselerasi pencarian bakat muda yang akan membawa nama Bumi Tioq Tata Tunaq bersinar di kancah sepak bola nasional.
Ketua Askab PSSI KLU, Raden Nuna Abriadi, mengungkapkan antusiasme masyarakat yang luar biasa terhadap kompetisi ini. “Sebenarnya, keinginan masyarakat lebih besar lagi, tetapi kami masih terkendala ketersediaan perangkat pertandingan. Namun, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas, termasuk melalui pelatihan wasit dan ofisial pertandingan agar ke depannya bisa menggelar lebih banyak event,” tegasnya.
Setiap klub yang berpartisipasi diwajibkan terdaftar secara resmi di Askab PSSI KLU. Hal ini bukan hanya untuk memastikan profesionalitas manajemen klub, tetapi juga menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih terstruktur. Nuna juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan fair play sebagai nilai inti dalam setiap laga.
Dukungan penuh datang dari Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi, yang menyebut gelaran ini sebagai langkah strategis dalam membangun masa depan sepak bola daerah. “Pemda KLU siap mendorong penuh setiap upaya Askab PSSI untuk mencetak pemain berkualitas. Siapa tahu, dari sini akan lahir calon pesepak bola profesional yang membanggakan Lombok Utara di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya penuh semangat.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Kompetisi ini tidak hanya menjadi wadah bagi pemain lokal untuk unjuk gigi, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarwilayah melalui semangat olahraga. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, Askab PSSI, dan masyarakat, sepak bola KLU diproyeksikan memasuki era baru yang lebih gemilang.
“Kami yakin, ini adalah awal dari kesuksesan besar. Dari lapangan-lapangan di Bayan, Kayangan, dan Gangga, akan muncul nama-nama yang suatu hari nanti akan dikenang sebagai legenda sepak bola Lombok Utara,” pungkas Kusmalahadi menutup pembicaraan.















