Tanjungtv.com – Musibah kebakaran yang melanda Bale Beleq Timuk Orong di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kamis (19/2) siang, tak hanya menyisakan puing dan abu. Peristiwa ini juga menjadi alarm penting bagi pemerintah daerah untuk segera menyelamatkan warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Bayan.
Bangunan yang terbakar merupakan bagian dari kawasan adat Kampu Bayan. Selain Bale Beleq Timuk Orong, api juga menghanguskan satu rumah penyunat, satu lumbung padi, serta satu unit rumah warga milik Raden Safardi. Kerugian materiil ditaksir mencapai miliaran rupiah. Rinciannya, sekitar Rp 800 juta untuk Bale Beleq Timuk Orong beserta isinya dan sekitar Rp 350 juta untuk rumah warga yang terdampak.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara, Hakamah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut. Ia mendorong agar bangunan adat yang rusak segera dibangun kembali melalui Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemda KLU.
Menurut politisi Partai Demokrat itu, pada tahun 2026 tersedia anggaran BTT sebesar Rp 3,1 miliar. Anggaran tersebut dinilai memungkinkan untuk disisihkan guna membangun kembali kampu adat Bayan yang rusak, sekaligus membantu rumah warga yang terdampak kebakaran.
“Iya, kita bersama-sama mengawal agar situs ini dibangun kembali,” tegasnya.
Tak hanya mengandalkan anggaran daerah, Hakamah juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Ia menyebut pihak Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV merespons positif dan berencana turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi pascakebakaran.
Sementara itu, Kapolsek Bayan Iptu I Wayan Ciptanaya memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Aparat kepolisian bersama warga dan petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan pemadaman dan pengamanan di lokasi.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan penyelidikan lanjutan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah konkret pemerintah dalam memulihkan kawasan adat tersebut. Sebab bagi masyarakat Bayan, Bale Beleq Timuk Orong bukan sekadar bangunan, melainkan simbol sejarah, tradisi, dan jati diri yang harus segera bangkit dari abu kebakaran.















