Bappenda KLU Pacu Strategi Lapangan untuk Kunci Target PAD 2025

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) hingga triwulan ketiga tahun 2025 sudah menembus hampir 75 persen dari total target Rp303,2 miliar. Capaian ini bukan hanya angka statistik, melainkan indikator bahwa mesin fiskal daerah bergerak dengan ritme yang relatif sehat.

BACA JUGA : Tantangan Perdana Sekda KLU, Sahabudin Kejar Tenggat RAPBD Perubahan 2025

banner 325x300

Kepala Bappenda KLU, Tri Dharma Sudiana, menegaskan bahwa capaian tinggi di triwulan ketiga justru menjadi modal strategis, bukan alasan untuk bersantai. “Insyaallah target di triwulan ketiga ini tercapai. Namun, kita tetap perlu konsolidasi internal terkait data dan pelayanan agar lebih maksimal, karena wajib pajak adalah mitra kita,” ujarnya, Selasa (16/9).

Menurut Tri, strategi pencapaian PAD tidak bisa berhenti pada rutinitas administratif. Intensitas pengawasan lapangan, terutama di sektor restoran dan pariwisata, menjadi kunci penting. Sektor ini kerap menjadi barometer geliat ekonomi daerah sekaligus rawan manipulasi laporan.

“Jangan sampai tamunya ramai, tapi laporan sepi. Kita harus mengajak wajib pajak terbuka tanpa celah kecurangan,” tegasnya.

Bappenda KLU telah menyiapkan kerangka pencapaian PAD dengan model bertahap: 15 persen di triwulan I, 50 persen di triwulan II, 75 persen di triwulan III, dan sisanya di triwulan IV. Dengan progres saat ini, optimisme menutup tahun dengan realisasi maksimal kian menguat.

“Teman-teman bidang sudah paham trik-triknya. Kita tinggal melanjutkan hal baik yang sudah dibangun sebelumnya, dan memperbaiki yang perlu diperbaiki,” pungkasnya.

Dari total target PAD Rp303,2 miliar tahun ini, kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah (Rp194,1 miliar), disusul retribusi daerah (Rp20,6 miliar), bagian laba BUMD (Rp5 miliar), serta lain-lain pendapatan sah (Rp83,3 miliar).

Capaian 75 persen hingga September memberi sinyal bahwa KLU berpeluang menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus memperkuat daya dukung pembangunan. Fokus pada transparansi wajib pajak sektor riil diharapkan menjadi katalis menuju PAD berkelanjutan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *