Bayan Bersuara! Anggaran Infrastruktur Harus Merata demi Pembangunan Adil di Lombok Utara

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menjadi sorotan setelah Kecamatan Bayan menuntut pembagian anggaran infrastruktur yang lebih merata. Lalu Muhammad Zaki, Anggota DPRD KLU dari Dapil Bayan, menyatakan bahwa ketimpangan alokasi dana perbaikan jalan harus segera diatasi. “Bayan memiliki ruas jalan terpanjang dan kondisi yang memprihatinkan, tetapi anggaran perbaikannya masih minim. Ini tidak adil,” tegas Zaki.

BACA JUGA : LOMBOK UTARA BANGKIT! PEMDA BUKA PELUANG EMAS UNTUK PIMPIN BUMD TTB – DAFTAR SEKARANG SEBELUM KEHABISAN!

banner 325x300

Kahar Rizal, Kepala Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman KLU, mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Namun, ia menegaskan bahwa pemda berkomitmen untuk menyalurkan dana secara proporsional berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensi. “Kami sudah memetakan seluruh jalan rusak di Bayan dan akan berusaha memenuhi kebutuhan mereka secara bertahap,” jelas Kahar.

Masyarakat Bayan pun menyambut positif tuntutan ini. Sejumlah warga bahkan siap berpartisipasi dalam perbaikan jalan secara swadaya jika diperlukan. “Kami butuh jalan yang layak untuk mendukung perekonomian dan pariwisata. Jika pemerintah serius, kami siap membantu,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Pemda KLU kini sedang menyusun strategi untuk mengoptimalkan APBD dan mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk kerja sama dengan pihak swasta. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan Bayan dan wilayah lain di KLU bisa mendapatkan pembangunan infrastruktur yang lebih adil dan merata di masa mendatang.

ulangi buatkan berita panjang
Judul: “Lombok Utara Bangkit! Tanpa Bantuan Pusat, Pemda dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak”

Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatatkan kisah inspiratif dalam pembangunan infrastruktur daerah. Di tengah ketiadaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat tahun ini, semangat gotong royong antara pemerintah daerah dan masyarakat justru semakin menguat untuk memperbaiki jalan-jalan rusak di wilayah ini.

Kahar Rizal, Kepala Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman KLU, menjelaskan bahwa meski dengan anggaran terbatas dari APBD, komitmen untuk memperbaiki infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama. “Kami tidak bisa diam menunggu bantuan pusat. Dengan sumber daya yang ada, kami akan lakukan perbaikan bertahap seoptimal mungkin,” tegas Kahar saat ditemui Kamis (8/5).

Fakta menarik terungkap bahwa tidak diterimanya DAK fisik justru karena kemajuan pembangunan di KLU. Tingkat kemantapan jalan di wilayah ini masih di atas 65%, melebihi batas prioritas nasional. Yang lebih membanggakan, panjang jalan di KLU justru bertambah signifikan dari 407 km menjadi 457 km, menunjukkan perkembangan infrastruktur yang pesat.

Di lapangan, semangat gotong royong benar-benar terasa. Di Kecamatan Bayan yang memiliki ruas jalan terpanjang, masyarakat mulai menunjukkan inisiatif dengan melakukan perbaikan jalan secara swadaya. “Kami sadar anggaran terbatas, tapi kami tidak bisa terus menunggu. Beberapa kelompok warga sudah mulai bergerak,” ungkap Lalu Darmawan, tokoh masyarakat setempat.

Lalu Muhammad Zaki, Anggota DPRD KLU dari Dapil Bayan, mendorong pembagian anggaran yang lebih adil. “Kami mendukung semangat gotong royong ini, tapi alokasi anggaran tetap harus proporsional. Bayan sebagai wilayah terluas dengan jalan terpanjang butuh perhatian khusus,” tegas Zaki.

Pemerintah daerah pun merespon positif semangat masyarakat ini. Beberapa langkah strategis sedang disiapkan, termasuk:

Optimalisasi anggaran APBD untuk perbaikan jalan prioritas

Program padat karya melibatkan tenaga lokal

Kerja sama dengan investor untuk pembangunan infrastruktur

Penyusunan peta jalan pembangunan jangka panjang

“Kami sangat terharu dengan semangat masyarakat. Ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi, kita bisa mewujudkan Lombok Utara yang lebih baik,” ujar Kahar.

Kisah inspiratif dari KLU ini menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak harus menjadi penghalang pembangunan. Dengan semangat gotong royong dan pengelolaan anggaran yang kreatif, pembangunan infrastruktur tetap bisa berjalan untuk kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat pun menyambut positif perkembangan ini. “Kami percaya pemda dan warga bisa bekerja sama membangun daerah. Ini baru awal, kami yakin KLU akan semakin maju,” tutur Siti Aisyah, salah seorang warga Pemenang yang antusias dengan perkembangan terakhir.

Dengan semangat baru ini, Lombok Utara tidak hanya memperbaiki jalan-jalan rusak, tetapi juga membangun jalan menuju masa depan yang lebih baik untuk seluruh warganya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *