Tanjungtv.com – Di balik pesona pantainya yang tenang, Gili Air menyimpan daya tarik bawah laut yang luar biasa—senyata itu lah yang membuat penyelam dari Eropa, termasuk Jerman, terus datang kembali. Bukan hanya soal keindahan, tetapi pengalaman menyelamnya yang “lengkap” membuat pulau kecil ini disebut sebagai salah satu spot menyelam terbaik yang wajib dikunjungi, menurut sejumlah pelaku wisata dan penyelam asing yang telah merasakan sendiri keajaibannya.
Bagi banyak penyelam asing, termasuk dari Jerman, Gili Air menawarkan kombinasi sempurna antara akses mudah dan ragam tipe penyelaman. Dari garis pantai pulau yang hanya berjarak singkat naik perahu ke titik-titik menyelam, penyelam bisa langsung terjun untuk menyaksikan terumbu karang, bangkai kapal mini, hingga kehidupan laut yang beragam—tanpa perlu perjalanan panjang atau persiapan logistik yang rumit.
“Di Jerman, kami terbiasa dengan laut yang dingin dan visibilitas yang terbatas. Pertama kali saya menyelam di Gili Air, saya kaget melihat betapa jernihnya airnya, dan mata saya langsung tertuju pada penyu yang berenang santai di depan saya,” ujar Johann Müller, pelaku wisata asal Berlin yang telah mengunjungi Gili Air lebih dari lima kali dalam kurun tiga tahun terakhir. “Itu pengalaman yang tidak bisa saya dapatkan di rumah.”
Menurut Müller, kondisi laut di Gili Air sangat bersahabat bagi semua level penyelam. Arus yang umumnya ringan hingga sedang, suhu air hangat sepanjang tahun, serta visibilitas yang baik membuat tempat ini ideal untuk penyelam pemula sekaligus tantangan baru bagi yang sudah berpengalaman. “Saya pernah melihat hiu karang ujung putih beristirahat di dasar pasir hanya beberapa meter dari kami,” tambahnya.
Selain itu, Gili Air jadi magnet bagi penyelam yang ingin mendapatkan sertifikasi. Beragam pusat selam yang profesional menawarkan kursus menyelam dari level dasar hingga lanjutan dengan instruktur yang mampu mengajar dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Jerman. “Instruktur yang bisa berkomunikasi langsung dalam bahasa kami sangat membantu. Itu membuat kami merasa aman, dihargai, dan lebih cepat belajar,” kata Müller.
Pesona bawah laut Gili Air pun tak hanya soal ikan besar atau penyu. Spot-spot selam di sekitar pulau juga dikenal kaya dengan kehidupan makro—seperti nudibranch, ikan pipa, hingga gurita kecil yang menjadi favorit fotografer bawah laut. Kontras antara terumbu karang yang hidup dengan pesona dasar berpasir yang misterius memberikan pengalaman menyelam yang beragam bahkan dalam satu perjalanan.
Upaya pelestarian lingkungan di kawasan Gili Air juga menjadi faktor penting yang membuat pengalaman menyelam lebih bermakna. Organisasi lokal dan pusat selam setempat aktif menjalankan program konservasi terumbu karang dan perlindungan ikan, sehingga kondisi ekosistem bawah laut dapat tetap terjaga. “Sebagai penyelam, mengetahui bahwa terumbu karang dan biota laut dilindungi membuat kami merasa ikut bertanggung jawab dan ingin kembali lagi,” ujar Müller.
Tak heran bila banyak penyelam dari Jerman memilih Gili Air sebagai tujuan selam favorit mereka di Asia Tenggara. Keindahan alam, kemudahan akses, plus pengalaman menyelam yang aman dan bervariasi membuat pulau kecil ini bukan sekadar destinasi, tetapi rumah kedua bagi para petualang laut. “Gili Air bukan hanya tempat menyelam,” tutup Müller, “ini adalah alasan saya terus datang kembali.”















