Tanjungtv.com – Di tengah geliat pembangunan Kabupaten KLU, nasib Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tioq Tata Tunaq menjadi sorotan serius. Anggota Komisi II DPRD KLU, Artadi, menegaskan bahwa perusahaan daerah ini harus segera diambil alih oleh tangan-tangan profesional yang berkomitmen tinggi untuk memajukan wilayah.
“Kita butuh direksi yang bukan hanya berpengalaman, tapi juga punya inovasi untuk mendorong kemajuan BUMD,” tegas Artadi dengan semangat membara.
Salah satu gagasan brilian yang diusung adalah transformasi BUMD menjadi pelopor penggilingan padi skala besar. Langkah ini dinilai sebagai solusi cerdas untuk menghentikan praktik jual-beli gabah petani ke luar daerah yang merugikan. Selama ini, gabah berkualitas tinggi dari KLU dijual murah ke luar, hanya untuk kembali dalam bentuk beras dengan harga melambung—tanpa kepastian kemurniannya.
“Beras Tanjung KLU terkenal premium. Kalau kita biarkan gabah dikirim keluar lalu dibeli kembali sebagai beras, siapa yang bisa jamin tidak ada pencampuran? BUMD harus jadi garda terdepan dalam mengelola penggilingan padi!” seru Artadi.
Tak hanya itu, ia mendesak BUMD untuk menjadi penampung utama gabah petani KLU. Dengan begitu, hasil bumi unggulan ini tidak lagi “bocor” ke daerah lain. “Lihatlah para tengkulak, mereka bahkan memberi panjar sejak masa tanam. BUMD harus lebih lincah dan punya strategi jitu,” tambahnya.
Namun, ambisi Artadi tidak berhenti di situ. Ia mendorong BUMD untuk berani melangkah lebih jauh dengan membangun usaha strategis lain, seperti pembangunan hotel, pengadaan speed boat rute Lombok-Bali, hingga produksi air kemasan bermerek KLU.
“BUMD jangan hanya jadi pelengkap. Ini saatnya berinovasi dan menciptakan lini bisnis baru yang mendongkrak perekonomian daerah!” tandasnya penuh keyakinan.
Dengan langkah-langkah progresif ini, BUMD Tioq Tata Tunaq bukan hanya akan terselamatkan, tetapi juga siap menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi KLU di masa depan. Semua mata kini tertuju pada keputusan pemimpin daerah—akankah mereka berani mengambil terobosan besar ini?















