Tanjungtv.com – Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, menggelar pertemuan strategis dengan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, guna membahas langkah inovatif dalam pengelolaan aset vital di wilayahnya. Pertemuan ini menjadi sorotan publik karena menyentuh isu-isu krusial seperti pengembangan tiga gili terkenal—Trawangan, Meno, dan Air—serta efisiensi operasional Pelabuhan Bangsal.
Najmul menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemkab KLU dan Pemprov NTB harus diperkuat untuk menghindari tumpang tindih kewenangan. “Kami ingin semua pihak bersinergi. Pengelolaan gili dan pelabuhan melibatkan banyak instansi, mulai dari Syahbandar, KKP, KLHK, hingga pemerintah daerah. Ini harus diselesaikan dengan cara terbaik,” ujarnya.
Salah satu topik panas yang dibahas adalah krisis air bersih di Gili Trawangan dan Gili Meno, yang sempat memicu keresahan pada Juni 2024 lalu. Pencabutan izin pipa bawah laut milik PT TCN oleh KKP sempat mengganggu pasokan air, yang sebelumnya bergantung pada penyulingan air laut. Sementara itu, Gili Air masih mengandalkan PDAM setempat. Najmul optimistis bahwa skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bisa menjadi solusi permanen.
Tak hanya itu, Pemkab KLU juga bersiap menghadapi musim kemarau dengan menyiapkan mobil tangki air di setiap kecamatan. Langkah ini mendapat apresiasi dari Gubernur Iqbal, yang mendorong seluruh daerah di NTB untuk bersiap sejak dini.
Kepala BPBD NTB, Ahmadi, mengingatkan bahwa puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Juli-Agustus mendatang. Daerah seperti KLU, Lombok Tengah, dan Lombok Timur masuk dalam daftar prioritas penanganan kekeringan. “Kami harap semua daerah sudah bergerak cepat,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah progresif ini, Lombok Utara berpotensi menjadi contoh pengelolaan destinasi wisata dan ketahanan air yang inspiratif bagi daerah lain di Indonesia.















