Bupati Teken MoU Pariwisata, Desa Wisata Siap Disulap Jadi Magnet Wisatawan

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Kabupaten Lombok Utara siap tancap gas dalam menjual potensi pariwisata desa-desa eksotisnya! Bupati Lombok Utara dalam waktu dekat akan meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) KLU untuk menggenjot promosi wisata desa. Langkah ini menjadi gebrakan baru dalam 99 hari kerja bupati dan wakil bupati, yang tak mau lagi pariwisata hanya berpusat di tiga gili.

Tak tanggung-tanggung, Pemda menargetkan kunjungan wisatawan ke kawasan ini bisa mencapai 3.000 orang per hari. Bukan hanya singgah di pantai dan laut, tetapi benar-benar menyelami keindahan desa wisata yang selama ini kurang terekspos. Wisata daratan yang menyimpan pesona luar biasa bakal dikemas dalam paket eksklusif agar wisatawan lebih lama menetap dan merasakan atmosfer asli Lombok Utara.

banner 325x300

BACA JUGA : Prabowo Babat Birokrasi! Tunjangan Guru Langsung ke Rekening, Tak Ada Lagi Celah Permainan

Pilot project akan dimulai dari tiga desa wisata, yaitu Senaru, Genggelang, dan Menggala. Ketiga desa ini tak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga budaya dan pengalaman khas yang tak bisa ditemukan di tempat lain. Selama ini, wisatawan hanya mengenal Lombok Utara sebagai gerbang menuju Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Namun, dengan strategi baru ini, destinasi di darat akan ikut bersinar!

Potensi wisata air terjun yang tersebar hampir di setiap wilayah Lombok Utara juga akan menjadi daya tarik utama. Banyak di antaranya masih tersembunyi karena minimnya promosi. Dengan adanya kolaborasi antara desa wisata dan industri perhotelan, kini peluang promosi semakin terbuka lebar. Wisatawan yang menginap di gili akan didorong untuk menjelajah lebih jauh ke pedalaman, menikmati keunikan alam dan budaya desa wisata.

DPRD KLU juga ikut menyuarakan dukungan penuh terhadap langkah ini. Keberanian pemerintah untuk membuat gebrakan baru dalam promosi wisata dianggap sebagai angin segar yang akan mendongkrak ekonomi lokal. Namun, ada satu pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan: perawatan fasilitas pendukung wisata. Sejumlah infrastruktur di destinasi darat disebut masih jauh dari kata ideal, sehingga membutuhkan perhatian serius agar tidak justru menjadi batu sandungan dalam proyek ambisius ini.

Lombok Utara kini bersiap memasuki era baru pariwisata. Tak hanya gili yang gemerlap, tetapi desa-desa wisata akan tampil sebagai primadona baru. Dengan strategi ini, peta pariwisata di Lombok Utara siap berubah dan membawa dampak ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat setempat!

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *