CFD Tanjung Dinilai Belum Ramah Lalu Lintas, DPRD Dorong Opsi Relokasi Sementara

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di jalan raya Tanjung dinilai perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap kelancaran lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kegiatan yang sejatinya bertujuan menyediakan ruang publik justru berpotensi menghambat mobilitas kendaraan karena belum ditunjang jalur alternatif yang memadai.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Hakamah, menilai penutupan jalur utama saat CFD berlangsung menyulitkan para pengguna jalan, terutama kendaraan besar. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan jalan alternatif yang ada.

banner 325x300

“CFD ini dilaksanakan di jalur utama. Sementara jalur alternatif seperti Dusun Keroya dan Lading-Lading jalannya sempit dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan besar. Akibatnya, pengendara tidak punya pilihan,” ujarnya.

Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, situasi ini berpotensi mengganggu distribusi barang dan aktivitas usaha yang bergantung pada akses jalan utama. Karena itu, ia mengusulkan agar lokasi CFD dipindahkan sementara ke ruas Jalan Pantai Impos.

Hakamah menilai jalan Pantai Impos lebih representatif karena memiliki ruas yang cukup panjang serta volume kendaraan yang relatif rendah. “Untuk sementara, CFD bisa dilaksanakan di sana. Jalannya panjang dan tidak terlalu ramai, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,” jelasnya.

Lebih jauh, Hakamah menyampaikan bahwa ke depan Jalan Pantai Impos dapat difungsikan sebagai jalur alternatif utama. Dengan demikian, pelaksanaan CFD dapat kembali dilakukan di depan Lapangan Tanjung pada jalur dua setelah infrastruktur pendukung siap.

Ia menegaskan bahwa DPRD pada prinsipnya mendukung penuh CFD karena memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi ruang publik bagi warga untuk berolahraga, berekreasi bersama keluarga, sekaligus menggerakkan sektor kuliner dan usaha kecil.

“CFD ini penting sebagai ruang publik dan penggerak ekonomi rakyat. Tapi pelaksanaannya harus ditata dengan baik agar tidak merugikan pengguna jalan dan pelaku usaha lain,” tegasnya.

Hakamah berharap pembangunan jalan alternatif bisa segera direalisasikan dan dituntaskan pada 2026, sehingga pelaksanaan CFD di Tanjung dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *