Dari Edukasi ke Aksi: GEMERCIK Perkuat Pencegahan Perkawinan Anak di Lombok Utara, Wabup Tekankan Peran Generasi Muda

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Upaya pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Lombok Utara terus diperkuat melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Salah satunya lewat Pelatihan Sahabat Pengadilan dalam Program GEMERCIK (Gerakan Meraih Cita Tanpa Kawin Anak) yang resmi dibuka Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., di Medana Bay Marina, Senin (26/1/2026).

Program yang digagas Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bekerja sama dengan Plan Indonesia ini tidak sekadar pelatihan formal, tetapi dirancang sebagai ruang pembentukan kesadaran dan keberanian generasi muda untuk melawan praktik perkawinan usia dini yang masih menjadi persoalan nyata di berbagai wilayah.

banner 325x300

Pelatihan berlangsung selama dua hari, 26–27 Januari 2026, dengan melibatkan unsur lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, guru, hingga pelajar tingkat SMP dan SMA. Kehadiran pelajar menjadi penekanan utama, mengingat mereka berada di garis depan dalam menghadapi risiko perkawinan anak.

Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak tidak cukup hanya mengandalkan regulasi. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari kesadaran, keberanian bersuara, dan gerakan bersama yang berkelanjutan.

“Anak-anak yang hadir hari ini adalah calon pemimpin Lombok Utara ke depan. Mereka harus dipersiapkan sejak sekarang, bukan justru dikorbankan oleh praktik perkawinan usia dini,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa perkawinan anak membawa dampak panjang, tidak hanya bagi individu, tetapi juga masa depan daerah. Risiko kesehatan ibu dan anak, stunting, putus sekolah, hingga rendahnya kualitas sumber daya manusia menjadi ancaman serius jika praktik ini terus dibiarkan.

“Ini bukan hanya soal hukum, tetapi soal masa depan. Ketika anak kehilangan hak atas pendidikan dan tumbuh kembang, kita juga kehilangan harapan untuk membangun Lombok Utara yang lebih baik,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Lombok Utara, Fathurrahman, S.ST., bersama tim Plan Indonesia, para guru, serta siswa-siswi dari berbagai sekolah turut ambil bagian dalam pelatihan ini. Mereka dibekali pemahaman tentang dampak perkawinan anak, mekanisme perlindungan anak, serta peran lembaga peradilan dalam memberikan perlindungan hukum.

Perwakilan Plan Indonesia menyampaikan bahwa GEMERCIK diarahkan untuk memperkuat peran sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung anak untuk meraih cita-citanya.

“Pelatihan Sahabat Pengadilan ini diharapkan melahirkan agen-agen perubahan yang mampu mengedukasi lingkungan sekitarnya dan menjadi garda terdepan dalam pencegahan perkawinan anak di Lombok Utara,” ungkapnya.

Melalui program GEMERCIK, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menegaskan komitmennya untuk melindungi hak anak dan memastikan setiap generasi muda memiliki kesempatan tumbuh sehat, berpendidikan, serta berdaya saing tanpa harus terjebak dalam praktik perkawinan usia dini.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *