Tanjungtv.com – Di saat Indonesia masih bergantung pada kurma impor setiap Ramadan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) justru mengambil langkah berani: bertransformasi dari sekadar pasar menjadi produsen kurma tropis berbasis produksi dan agribisnis modern.
Langkah ini ditegaskan langsung oleh Najmul Akhyar saat Deklarasi “Peradaban Kurma Dunia” di Tanjung, Jumat (20/2). Ia menyebut KLU memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pengembangan kurma tropis di Indonesia, bahkan di bawah garis khatulistiwa.
“Selama ini kurma identik dengan Timur Tengah. Tapi sebagai negara dengan populasi muslim besar dan pasar kurma tinggi, kita tak boleh selamanya menjadi konsumen. Lombok Utara siap berdiri di garis depan sebagai pionir,” tegasnya.
Target Jangka Panjang, Bukan Sekadar Simbolik
Pemerintah daerah tidak ingin gerakan ini berhenti pada seremoni. Target jangka panjang telah disiapkan, mulai dari perluasan areal tanam hingga penguatan sentra produksi. Bahkan, penanaman kurma didorong tidak hanya dilakukan petani, tetapi juga di kantor pemerintahan, sekolah, hingga fasilitas umum sebagai bagian dari gerakan kolektif.
Data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU mencatat, sepanjang 2016–2024 sebanyak 3.007 pohon kurma telah ditanam di Kecamatan Gangga, Tanjung, Kayangan, Bayan, dan Pemenang. Dari jumlah tersebut, 224 pohon telah berbuah, sementara lebih dari 500 pohon sudah mengeluarkan mayang jantan dan betina.
Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah, mengingat banyak pohon di pelosok desa yang belum terdata secara resmi.
Prestasi Global Jadi Pemicu
Optimisme KLU bukan tanpa dasar. Tahun lalu, daerah ini masuk peringkat ketujuh dunia dalam festival kurma di Abu Dhabi. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kurma tropis dari Lombok Utara mulai mendapat perhatian di tingkat internasional.
Namun pemerintah menyadari, kualitas mayoritas kurma yang ada saat ini masih kategori standar lokal, baik dari segi rasa, tekstur, ukuran maupun daya saing pasar. Karena itu, fokus berikutnya adalah peningkatan kualitas.
Kumari Barhee Jadi Ikon
Varietas unggulan Kumari Barhee diproyeksikan menjadi ikon kurma Lombok Utara. Varietas ini dikenal memiliki rasa manis legit, tekstur lembut, serta kualitas buah kelas dunia.
Pengembangannya akan didukung pendampingan teknologi budidaya, peningkatan mutu bibit, serta manajemen agribisnis profesional. Dengan kombinasi iklim tropis, karakter tanah yang mendukung, serta semangat masyarakat, KLU menargetkan lahirnya sentra kurma tropis modern berbasis produksi.
Gerakan ini bukan sekadar soal pertanian, melainkan perubahan paradigma: dari ketergantungan impor menuju kemandirian produksi.
Jika langkah ini konsisten dan terstruktur, bukan tidak mungkin Lombok Utara akan dikenal bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat peradaban kurma tropis Indonesia.















